Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 16 anggota Komunitas Lintas Iman "Roemah Bhineka" Surabaya mengunjungi Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk bermitra dalam membangun moderasi beragama agar agama menjadi sumber kedamaian, bukan sumber konflik.
Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) di Surabaya, Rabu, mengatakan pihaknya siap melangkah bersama dengan semua elemen dalam membangun bangsa.
"Hal itu dicontohkan KHM Hasyim Asy'ari (pendiri NU) yang berupaya menjadi pemersatu. Begitu juga dengan Gus Dur yang meletakkan fondasi dasar NU untuk kerja sama yang terbuka dan bermanfaat bagi bangsa dan negara," kata Kiai Kikin yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang.
Baca juga: Kemenag ajak tokoh muda lintas agama jadi pelopor moderasi beragama
Dalam kunjungan yang juga diterima jajaran tanfidziyah PWNU Jatim yakni KH Jazuli, KH Noor Shodiq, dan HM Taufik Mukti itu pimpinan kunjungan dari SAS Center Novi Wulandari menyampaikan terima kasih karena telah menerima komunitas "Roemah Bhineka" dengan baik, sehingga menambah rasa nyaman untuk melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat bersama NU.
"NU itu rumah besar bagi semua. Teman-teman penghayat kepercayaan pernah dibantu Lakpesdam NU pada tahun 2016, teman-teman Walubi juga sering berkolaborasi dengan PWNU dalam kegiatan sosial, teman-teman Komunitas Baha'i juga sering terbantu oleh Gus Dur," katanya.
Menurut dia, kerja sama dengan NU dalam isu moderasi beragama adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan yang diajarkan kepada masyarakat adalah nilai-nilai yang moderat, toleran, dan inklusif, sehingga NU adalah mitra yang tepat untuk menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, bukan sumber konflik.
Baca juga: PBNU tekankan pentingnya moderasi beragama dukung pembangunan bangsa
"Dengan pengalaman, jaringan, dan pengaruh yang dimiliki, NU dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan seperti radikalisme, intoleransi, dan konflik sosial. Selain itu, kerja sama ini juga akan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara yang majemuk," katanya.
Ia berharap "Roemah Bhinneka" dan organisasi/komunitas serta PWNU ke depan bisa saling bekerja sama serta saling membantu dan bertukar pikiran mencari solusi dari setiap permasalahan yang ada serta bisa memberikan rekomendasi untuk pemerintah menjadi lebih baik.
Baca juga: BNPT-Muhammadiyah kolab kuatkan moderasi beragama lewat penelitian
Anggota Komunitas Lintas Iman "Roemah Bhinneka" yang bersilaturahim dengan PWNU Jatim yakni Iryanto Susilo, Simon Filantropa, Rahmat Musa, dan Alva Tomasoa. Komunitas lain, Naen Soeryono (MLKI), Novi Wulandari (SAS Center), Ronny Mustamu (PIKI), Pdt. Rully Haryanto (GPIB), Boediono (JAI), Dian Jennie (Puan Hayati), Deddy Romo(Walubi), Andy Wangi (INTI Jatim), Soesiana (Bahai), Popin (PMKRI), Yuska (Yayasan Gusdurian Peduli), dan Zen (KNPI).
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025