Jakarta (ANTARA) - Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari Moerdijat menyebutkan program Remaja Bernegara (RBN) yang dijalankan partainya bertujuan memberikan pendidikan politik kepada generasi muda tanpa tendensi politik praktis.
Menurut Lestari, pendidikan politik bagi generasi muda merupakan tanggung jawab partai politik, namun hal itu bukan sekadar "berjualan" partai, melainkan memberikan pemahaman tentang sistem politik dan konstitusi di Indonesia.
Baca juga: NasDem perkenalkan remaja dunia politik dengan cara menyenangkan
"Melalui RBN, kami mengajak anak-anak untuk lebih memahami sistem politik di Indonesia. Kami juga membuat simulasi atau role play, di mana mereka berperan sebagai anggota DPR, belajar memahami persoalan yang ada, dan bagaimana bertindak jika suatu hari mereka menjadi legislator," ujar Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dia menilai program yang diinisiasi langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem, Siti Nurbaya ini penting untuk membuka wawasan generasi muda terhadap politik, terutama di tengah tingginya ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi politik.
Baca juga: NasDem luncurkan program Remaja Bernegara siapkan pemimpin masa depan
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa politik sering kali dianggap negatif. Parlemen dan partai politik berada di titik nadir dalam kepercayaan publik. Untuk menumbuhkan kembali kepercayaan itu, kami berupaya melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada generasi muda," paparnya.
Menurut dia, pilihan politik tetap menjadi hak masing-masing individu. Yang terpenting, generasi muda memiliki pemahaman dasar yang kuat tentang politik dan konstitusi.
"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat terhadap RBN sangat tinggi. Saya tentu senang karena ini spontan, tidak direkayasa. Anak-anak SMA usia 16-19 tahun yang mengikuti program ini memang memiliki ketertarikan terhadap politik," tuturnya.
Baca juga: Si Doel: Sebelum dilantik saya sudah bekerja
Lestari berharap program ini bisa menjadi saluran bagi generasi muda untuk lebih mengeksplorasi dunia politik dan memahami peran parlemen.
"Pilihan politik ada di tangan mereka, tetapi sebagai tanggung jawab kita bersama, kita ingin membentuk remaja yang memahami konstitusi. Harapannya, mereka siap menerima tongkat estafet kepemimpinan di masa depan," kata Lestari.
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2025