Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Al-Azhar Kairo Prof Dr Salamah Dawud memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa Indonesia, mengingat semangat mereka dalam mencari ilmu serta kesamaan nilai moderasi Islam yang dianut oleh Indonesia dan Al-Azhar.
"Saat ini, lebih dari 15.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Al-Azhar, mencerminkan tingginya minat terhadap studi Islam di lembaga tersebut," kata Prof Salamah Dawud saat menyampaikan kuliah umum bertajuk “Mendorong Dialog dan Kolaborasi Akademik: Sinergi antara Al-Azhar dan UIII untuk Masa Depan Peradaban Islam” di Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Rabu.
Baca juga: UIII dan Al-Azhar pererat kerja sama untuk kemajuan peradaban Islam
Prof Salamah Dawud menegaskan hubungan historis yang kuat antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar dalam bidang pendidikan.
Ia menyoroti peran Al-Azhar dalam menyebarkan pendidikan Islam yang moderat melalui lebih dari 12.000 institusi pendidikan di Mesir.
Ribuan kuttab di bawah naungan Al-Azhar berperan penting dalam mencetak generasi penghafal Al Quran sejak usia dini.
Selain itu, Al-Azhar berencana memperluas program akademiknya dengan membuka empat fakultas baru, yaitu Kecerdasan Buatan (AI), Warisan dan Manuskrip Islam, Sains dan Teknologi, serta Kedokteran.
Kuliah umum yang disampaikan oleh Prof Dawud menjadi satu agenda penting dalam kunjungannya ke UIII. Dikenal sebagai pakar dalam retorika bahasa (balaghah) dan kritik sastra (naqd).
Baca juga: Mahasiswa Indonesia di Mesir lulus ujian tesis di Universitas Al-Azhar
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025