Mataram (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat menyiapkan 1.957 personel siaga selama momentum Ramadhan hingga Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.
General Manager PLN UIW NTB Sudjarwo di Mataram, Kamis mengatakan jika petugas tersebut terdiri dari 845 personel PLN, serta 1.112 personel tenaga alih daya dan mitra kerja.
"Mereka ini yang nantinya akan bertugas memantau dan merespons cepat jika terjadi gangguan listrik selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri," kata Sudjarwo.
Personel siaga ini akan tersebar di berbagai titik strategis, termasuk gardu induk, pusat pembangkit, dan lokasi-lokasi penting lainnya.
Selain personel, PLN juga menyiapkan 93 unit peralatan pendukung, 326 unit kendaraan pendukung, dan material cadangan gangguan dalam jumlah yang cukup.
"Jadi, kami telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan nonteknis untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga Idul Fitri," ujarnya.
Diprediksi jika sistem kelistrikan Lombok dan Tambora (Sumbawa) selama masa siaga Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah dalam kondisi normal.
Khusus wilayah Lombok, beban puncak listrik saat Hari Raya Idul Fitri diperkirakan mencapai 335 MW, sementara daya mampu pasok sebesar 403 MW dengan cadangan operasi 68 MW.
Sementara itu, untuk wilayah Tambora (Sumbawa), beban puncak diproyeksikan sebesar 135,61 MW dengan daya mampu pasok 156,61 MW dan cadangan operasi 21 MW.
Dengan cadangan operasi yang memadai, Sudjarwo optimistis kebutuhan listrik masyarakat NTB, baik di Lombok maupun Sumbawa dapat terpenuhi.
Sebagai bentuk kesiapan menjaga pasokan listrik selama Ramadan hingga hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, PLN menggelar apel siaga kelistrikan secara serentak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, Kamis (27/2).
Sudjarwo dalam apel siaga tersebut menekankan kepada seluruh personel untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil dan meminta agar keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas.
"Kami mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Tidak hanya pasokan listrik yang harus aman, tetapi seluruh petugas juga harus bekerja dengan sehat dan selamat," ucap dia.
Persiapan lain dilakukan dengan melakukan pemeliharaan rutin infrastruktur kelistrikan, pengecekan peralatan, dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik, terutama waktu-waktu seperti menjelang buka puasa dan setelah tarawih," katanya.
Selain itu, PLN juga menyiapkan 164 posko siaga keandalan yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Posko-posko ini akan beroperasi selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap setiap gangguan listrik yang mungkin terjadi.
Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkait layanan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia.
Baca juga: PLN antisipasi kenaikan pengguna EV pada mudik Lebaran 2025
Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2025