Petani Tapin budidaya cabai hiyung apung hadapi cuaca ekstrem

4 weeks ago 17
Hasil panen selama musim hujan memang kerap tidak maksimal karena tanaman terendam, dengan sistem apung kami optimistis produktivitas cabai rawit hiyung tetap terjaga,

Tapin, Kalsel (ANTARA) - Kelompok Tani (Poktan) Karya Baru di Desa Hiyung, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mulai menerapkan inovasi budidaya cabai hiyung apung sebanyak 30 rakit bambu untuk menghadapi cuaca ekstrem.

Ketua Poktan Karya Baru Junaidi mengatakan, tanam perdana cabai hiyung dengan metode apung ini dijadwalkan pada awal Februari 2025.

"Hasil panen selama musim hujan memang kerap tidak maksimal karena tanaman terendam, dengan sistem apung kami optimistis produktivitas cabai rawit hiyung tetap terjaga," ujar Junaidi di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.

Saat ini metode apung telah rampung dikerjakan sebagai media tanam alternatif yang mampu menjaga produktivitas cabai terutama saat musim hujan.

Cabai hiyung adalah salah satu varietas cabai di Indonesia. Cabai ini hanya tumbuh di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan sehingga cabai tersebut diberi nama cabai Hiyung. Saat ditanam di tempat lain, rasanya menjadi kurang pedas, bahkan cenderung tidak pedas.

Dia menambahkan, inovasi ini muncul sebagai solusi atas kendala yang selama ini dihadapi petani, di mana tanaman cabai rawit sering kali terendam air akibat curah hujan tinggi.

"Sebelum masa tanam dimulai, rakit akan dilapisi mulsa berbahan tumbuhan supan, serta ditambahkan tanah dan gulma kayu apu sebagai media tanam," ucapnya

Junaidi berharap dengan adanya sistem apung produksi tetap optimal meskipun lahan tergenang akibat banjir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Mohammad Triasmoro mengatakan, media tanam apung yang diterapkan oleh Poktan Karya Baru ini sebagai langkah inovatif dan adaptif, yang dapat menjadi model bagi daerah lain saat menghadapi permasalahan serupa.

"Kami sangat mendukung inisiatif para petani dalam beradaptasi dengan kondisi alam, budidaya cabai rawit hiyung apung ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek tetapi juga dapat dikembangkan lebih luas untuk memastikan ketahanan pangan daerah," ujar Triasmoro.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan pendampingan dan dukungan agar inovasi ini dapat berjalan dengan optimal.

Melalui metode tanam apung ini, kata dia, Desa Hiyung semakin mengukuhkan posisinya sebagai sentra produksi cabai rawit unggulan, tidak hanya di Kalimantan Selatan, tetapi juga di tingkat nasional.

Pewarta: Gunawan Wibisono/Muhammad Rastaferian Pasya
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |