Pengamat politik: Kemenangan Pram-Doel karena keduanya "petarung"

1 week ago 6
Keduanya sama-sama mau bekerja, tidak mengandalkan partai politik

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno atau Si Doel sudah diprediksi karena keduanya merupakan "petarung" dan mampu merangkul semua kalangan.

"Mereka petarung, mau beradaptasi, merangkul siapa saja. Menempatkan legasi (warisan) mantan gubernur dengan cara meneruskan program yang baik," kata Yunarto di Jakarta, Rabu, saat menghadiri peluncuran buku "Rahasia di Balik Kemenangan Pram-Doel di Pilgub DKI 2024.

Baca juga: Pram-Rano dinilai perlu manfaatkan potensi untuk perkuat Jakarta

Menurut dia, pada saat pertama kali menyampaikan hasil survei kepada kedua pasangan tersebut. Keduanya bersepakat untuk mengawali dari nol dan bersama-sama bekerja pada Pilkada 2024.

Ia menyatakan bahwa keduanya juga bisa mengambil hati para pendukung gubernur terdahulu seperti pendukung Anies Baswedan, dan juga Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama.

Baca juga: Pemprov DKI siapkan penyambutan Pram-Rano dengan suasana Betawi

"Keduanya sama-sama mau bekerja, tidak mengandalkan partai politik karena mengetahui kekuatan partai mereka tidak cukup," katanya.

Selain itu, warga Jakarta yang sudah melek informasi dan juga mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) baik menjadi faktor lainnya, dan mereka bisa merangkul semua.

Sementara itu, penulis buku "Rahasia di Balik Kemenangan Pram-Doel di Pilgub DKI 2024" Ahmad Fahrudin mengatakan buku yang diluncurkan ini memuat sejumlah faktor dan strategi kemenangan pasangan Pram-Doel.

Buku tersebut kata dia, merupakan kumpulan artikel yang sudah diterbitkan di beberapa media daring di Indonesia, kemudian ditambah beberapa analisa serta editing.

Baca juga: Pemprov DKI melakukan pertemuan dengan Tim Transisi Pramono-Rano

Ia menyebutkan ada 25 faktor kunci kemenangan pasangan Pram-Doel pada Pilkada Jakarta di antaranya yaitu merangkul berbagai tokoh masyarakat, mantan gubernur, dan tim pemenangan solid serta bekerja tidak hanya di elit politik, namun hingga ke tingkat bawah.

"Mas Pram secara personal orangnya humble (rendah hati), merangkul semua lapisan masyarakat. Apalagi Bang Doel yang merepresentasikan seorang Betawi tulen," katanya.

Buku tersebut awalnya diberikan judul "Robohnya Politik Kartel di DKI" karena memang beberapa kali Pilkada di Jakarta ada satu pasangan yang memborong dukungan dari sebagian besar partai politik.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |