Jakarta (ANTARA) - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial Fatma Saifullah Yusuf mengatakan peragaan busana kebaya bisa menjadi ruang kolaborasi dengan para penyandang disabilitas yang memiliki potensi di bidang fesyen.
"Sebagai Penasihat DWP Kemensos yang memiliki kewajiban untuk lebih memperhatikan para penyandang disabilitas, saya berharap para desainer hebat Indonesia Modest Fashion (IMF) dapat berkolaborasi dan membina potensi penyandang disabilitas yang menjadi bagian sasaran program dari Kemensos," kata Fatma dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Senin.
Pada kesempatan yang sama, Fatma pun memberikan contoh terkait hasil karya dari penyandang disabilitas dengan busana yang ia miliki.
"Seperti baju saya adalah batik ciprat buatan sahabat kami penyandang disabilitas, lalu didesain dengan sangat bagus oleh desainer mbak Elok Re Naspio, sehingga karya dari penyandang disabilitas bisa dinikmati dan diharapkan bisa naik kelas," imbuhnya.
Baca juga: DWP Kemensos dorong kolaborasi pemberdayaan UMKM warga disabilitas
Baca juga: Penasihat DWP Kemensos dukung inklusivitas penyandang disabilitas
Fatma menambahkan harapan dan rencana ke depan yang telah ia sampaikan tersebut tentunya sejalan dengan peran strategis dari Kemensos.
Oleh karena itu, ia juga berharap berbagai kegiatan yang digagas oleh IMF senantiasa dapat memotivasi dan menginspirasi para desainer lokal untuk bisa terus berkarya dan mengangkat kebaya sebagai simbol budaya Indonesia.
"Kita harus bersama-sama bergerak untuk melestarikan kebaya dan sebagai pendorong ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan kualitas karya-karyanya khususnya desainer lokal sehingga peluang bisnis baru semakin terbuka lebar," ujar Fatma.*
Baca juga: Penasihat DWP Kemensos dukung kemandirian penyandang disabilitas
Baca juga: Kemensos adakan khitan massal gratis untuk anak disabilitas Surabaya
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025