Pemkot Kediri sebut SDM dan fasilitas siap untuk melaksanakan CKG

1 week ago 7

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menyebut bahwa sumber daya manusia (SDM) serta fasilitas layanan kesehatan di puskesmas sudah sangat siap untuk melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Alhamdulillah kesiapan kami secara SDM sudah siap, nanti tinggal masyarakat mendaftar melalui Aplikasi Satu Sehat Mobile. Jadi buat masyarakat yang sebentar lagi ulang tahun, satu bulan sebelumnya bisa daftar, nanti akan dapat pesan balasan via WhatsApp,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Moh Fajri Mubasysyir di Kediri, Senin.

Ia mengatakan, melalui layanan tersebut semua masyarakat diimbau untuk bisa memanfaatkan program ini dengan baik, karena sangat penting untuk melakukan deteksi dini penyakit.

“Jadi mengidentifikasi risiko kesehatan juga untuk mendeteksi kalau ada kondisi pra-penyakit atau sebelum penyakit muncul bisa dideteksi lebih awal, sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ujarnya.

Fajri menambahkan pada program ini tak hanya dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Apabila ditemukan suatu penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pengobatan secara tuntas.

“Kami kan sudah UHC, jadi langsung ditangani kalau ada penyakit yang perlu penanganan lebih lanjut sampai tuntas,” ujar dia.

Ia menambahkan, CKG ini telah dimulai per 10 Februari 2025 di sembilan puskesmas se-Kota Kediri.

Dengan kegiatan itu, sekaligus mengingatkan kepada masyarakat agar melakukan deteksi dini penyakit.

“Intinya untuk mengidentifikasi faktor risiko kesehatan agar masyarakat tetap sehat dan bisa mendeteksi kalau ada pra-penyakit sebelum berkembang jadi penyakit, kemudian juga untuk mendeteksi penyakit lebih awal, sehingga bisa langsung ditangani,” kata dia.

Program ini, kata dia, menyasar tiga kategori pelayanan, yakni layanan CKG di hari ulang tahun yang akan menyasar bayi dan anak-anak berusia kurang dari enam tahun dan 18-59 tahun.

Kemudian CKG di sekolah yang menyasar anak-anak usia 7-17 tahun pada setiap tahun ajaran baru, lalu CKG rutin untuk ibu hamil, bayi, dan anak-anak hingga umur enam tahun sesuai dengan jadwal kegiatan di masing-masing posyandu.

Adapun jenis layanan yang diberikan, Fajri mengemukakan terdapat lebih dari 20 pemeriksaan, seperti pada bayi baru lahir meliputi pemeriksaan kekurangan hormon tiroid, kekurangan enzim pelindung sel darah merah, kekurangan hormon adrenalin, kelainan saluran empedu, dan pertumbuhan.

Pada bayi dan anak usia 1-6 tahun meliputi pertumbuhan, perkembangan, tuberkolosis, talasemia, gula darah, mata, telinga, gigi.

Dewasa usia 18-59 tahun meliputi merokok, tingkat aktivitas fisik, status gizi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, risiko stroke, risiko jantung, kesehatan jiwa, kanker usus, mata, telinga, gigi, penyakit paru obstruktif, kanker payudara, kanker leher rahim, hepatitis B dan C, HIV, sifilis, dan sirosis hati.

Kemudian pada lansia usia lebih dari 60 tahun meliputi geriatri, merokok, tingkat aktivitas fisik, status gizi, gigi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, resiko stroke, risiko jantung, kanker paru, penyakit paru obstruktif, kanker usus, kanker payudara, kanker leher rahim, kesehatan jiwa, hepatitis B dan C.

Baca juga: Dinkes Sumsel catat 108.889 orang daftar program CKG
Baca juga: PP Aisyiyah minta sosialisasi Program CKG terus diperkuat

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |