P2MI-UHAMKA teken MoU kerja sama pelatihan pekerja migran profesional

1 week ago 10

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui PT Timuraya Jaya Lestari bersama Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memberikan pelatihan pada pekerja migran profesional yang membidangi sektor keperawatan.

”Para pekerja yang bekerja di luar negeri nanti jangan hanya terpaku kepada keberanian, harus diikuti dengan kemampuan kompetensi. Tidak hanya siap dalam kompetensi, namun visinya juga," kata Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: KP2MI: Peraturan satu pintu perlu untuk kurangi dan cegah PMI ilegal

Dalam acara penandatanganan MoU yang digelar di Jakarta, Selasa (18/2), Dzulfikar menyebut kerja sama dengan universitas dapat membantu menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sejak menjadi mahasiswa.

Dengan adanya kerja sama itu, ia berharap para pekerja dapat siap bekerja di luar negeri dengan memiliki kemampuan dasar. Terlebih para pekerja medis itu diberikan pelatihan agar dapat dikirim untuk bekerja di beberapa rumah sakit yang berada di Arab Saudi.

Dzulfikar menyampaikan bahwa adanya tren #kaburajadulu yang saat ini jadi perbincangan hangat di masyarakat akan menjadi motivasi bagi pihaknya untuk selalu berupaya memfasilitasi atau mendirikan pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan para pekerja.

"Hingga 2030, diperkirakan Arab Saudi membutuhkan sekitar 12 juta tenaga kerja dari luar negeri, terutama Indonesia, sehingga #kaburajadulu merupakan motivasi bagi Kementerian P2MI dan juga masyarakat Indonesia untuk bisa bekerja di luar negeri,” ucap Dzulfikar.

Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro menambahkan bahwa pihaknya akan selalu siap dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja medis dengan kompetensi unggul agar dapat bisa dikirim ke beberapa Rumah Sakit Arab Saudi dan mengabdi di sana.

"UHAMKA telah menyiapkan tenaga medis profesional dari para mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang tersebut, yang siap memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) medis di Arab Saudi," ucap Prof Gunawan.

Baca juga: KemenP2MI petakan lapangan kerja realisasi target pengiriman PMI

Baca juga: Kementerian P2MI targetkan pengiriman 425 ribu PMI pada 2025

Direktur PT Timuraya Jaya Lestari, Ahmad Faisol ​​​​​​berharap kerja sama bersama UHAMKA menjadi sebuah tombak agar semua tenaga keperawatan Indonesia dapat bekerja ke Arab Saudi dan lolos tes kompetensi Prometric.

”Kita akan berkolaborasi dengan UHAMKA untuk mengirimkan lebih banyak perawat yang memiliki integritas dan kompetensi yang unggul, sehingga bisa lolos tes prometric. Dibutuhkan sekitar 6.000 perawat yang bertugas di Riyadh dengan mitra kita dari Arab Saudi,” kata dia.

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |