Mendiktisaintek pastikan satgas PPKS ada di seluruh perguruan tinggi

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan semua perguruan tinggi yang dinaungi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dipastikan memiliki satuan tugas (satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).

Hal tersebut ditegaskannya saat menerima kunjungan tim Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Kantor Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin.

"Semua kampus harus memiliki satgas PPKS yang mumpuni. Kemdiktisaintek akan menjadi motor penggerak, sehingga ke depannya nanti pejabat yang dilantik wajib anti-korupsi, anti-narkoba, dan anti-kekerasan seksual," katanya melalui keterangan di Jakarta.

Menteri Satryo juga memastikan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 24 Tahun 2024 mengenai PPKS akan terus dikawal untuk dijalankan dengan baik.

"Kemdiktisaintek pasti mendukung langkah-langkah Komnas Perempuan. Saya berharap kerja sama kita bisa berdampak bagi seluruh masyarakat, dengan kita awali melalui perguruan tinggi," ujarnya.

Senada dengan Satryo, Wamendiktisaintek Fauzan menyampaikan pencegahan kekerasan seksual diawali dengan sosialisasi di kampus-kampus, dan sanksi bagi pelaku kekerasan seksual.

"Pelaku kekerasan seksual kami samakan dengan pelaku tindak kriminal. Sanksi berikutnya adalah kami panggil orang tua pelaku, kemudian pelaku dipulangkan dan jangan kuliah lagi," tegasnya.

Sementara Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani berharap Kemdiktisaintek di bawah kepemimpinan Menteri Satryo berkenan memulai perubahan paradigma bahwa kampus yang berani melakukan pencegahan atas kekerasan seksual adalah kampus yang keren.

"Selama ini kampus merasa malu kalau ada peristiwa kekerasan seksual di kampusnya. Kami berharap Pak Menteri berkenan mengubah paradigma ini," ungkapnya.

"Kampus yang keren adalah mampu yang mencegah terjadinya perundungan, diskriminasi dan kekerasan seksual di kampusnya," tutur Andy Yentriyani.

Baca juga: Komnas minta Satgas PPKS masuk ke struktur organisasi kampus
Baca juga: Komnas Perempuan: Penting peran pimpinan kampus lindungi Satgas PPKS

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |