LaNyalla ajak mahasiswa kembali ke Pancasila

3 hours ago 1
"Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam, sudah sejak dulu menjadi incaran negara-negara maju. Mulai dari datangnya VOC hingga penjajahan Belanda. Bahkan lanjut hingga saat ini melalui kolonialisme bentuk baru yang masuk melalui liberalisasi di semu

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak mahasiswa untuk kembali kepada Pancasila sebagai dasar negara guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Ajakan ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI yang bertema "Kembali ke UUD 1945 untuk menjaga Kebutuhan NKRI" di Surabaya, Kamis.

LaNyalla memahami aksi mahasiswa yang mengusung tagar "Indonesia Gelap" sebagai akumulasi kekecewaan dan menghormati pendapat mereka.

Namun, ia mengajak mahasiswa untuk berpikir lebih kritis dalam melakukan koreksi terhadap kondisi Indonesia, terutama terkait penguatan konstitusi.

"Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam, sudah sejak dulu menjadi incaran negara-negara maju. Mulai dari datangnya VOC hingga penjajahan Belanda. Bahkan lanjut hingga saat ini melalui kolonialisme bentuk baru yang masuk melalui liberalisasi di semua lini, baik politik maupun ekonomi yang dilakukan secara sistematis oleh para kapitalis neo-liberal yang memang wataknya predatorik," kata LaNyalla.

Ia menjelaskan bahwa setelah Perang Dunia II, negara-negara maju terus berupaya menguasai negara-negara yang baru merdeka, termasuk Indonesia, melalui strategi kolonialisme baru dengan paradigma Neo-Liberalisme.

LaNyalla mengungkapkan bahwa perubahan UUD 1945 melalui amandemen telah membawa sistem perekonomian Indonesia ke dalam "Daulat Pasar" dan sistem politik dengan pola "one man one vote", yang menurutnya tidak sesuai dengan sistem demokrasi Pancasila.

"Ya ini hasilnya. Indonesia semakin terperosok dalam cengkeraman kapitalis. Sumber alam diangkut. Lalu produk jadi yang mereka olah di luar kembali masuk ke Indonesia. Lalu keuntungan mereka dimasukkan lagi ke Indonesia sebagai tawaran Utang dan Penanaman Modal Asing. Sehingga sejak reformasi Utang negara ini semakin besar, dan investasi asing ternyata tidak memberi dampak yang dirasakan rakyat. Karena terbukti, dana perlindungan sosial seperti Bansos dan subsidi lainnya semakin besar dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk membaca kembali pemikiran para pendiri bangsa dan menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai sistem yang paling sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

"Karena itu saya mengajak semua elemen bangsa, untuk kita kembali ke Konstitusi asli, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 naskah asli. Untuk kemudian kita benahi dan perkuat, agar tidak terulang lagi penyimpangan yang terjadi di era Orde Baru," katanya.

Dalam dialog tersebut, LaNyalla sependapat dengan mahasiswa mengenai perlunya mengkritisi dan membenahi beberapa kebijakan pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis.

Ia juga mendukung pilihan pendidikan gratis daripada makan gratis.

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya, serta Plt. Ketua Umum Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra, dan Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Jatim, M. Agus Diah Muslim.

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |