Kuda heroik mati usai selamatkan pria tenggelam dan tuai penghormatan

1 week ago 8

Xinjiang (ANTARA) - Meski telah mendapatkan upaya medis, kuda bernama Bailong, yang berarti "naga putih", mati pada Selasa (11/2) akibat penyumbatan usus parah yang terjadi secara tiba-tiba, tujuh hari setelah kisah penyelamatan heroiknya, ungkap Yelibay Dosunbek, pemilik Bailong.

Pada 4 Februari, Yelibay Dosunbek (39), seorang warga Uighur dari Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, beraksi dengan menunggang kudanya untuk menolong seorang pria yang tenggelam di Sungai Hanjiang yang sangat dingin di Kota Xiantao.

Bailong, seekor kuda ras campuran berumur tujuh tahun dari Xinjiang, berenang hampir 40 meter dengan Yelibay Dosunbek menungganginya dan berhasil menarik pria yang tenggelam itu ke tepi sungai dengan bantuan Liu Hangzhou, seorang warga setempat yang menggemari renang musim dingin.

"Bailong membawa saya ke tengah sungai. Tanpanya, saya tidak akan berhasil," kata Yelibay Dosunbek, yang juga salah satu pemilik sebuah klub berkuda di Xiantao.

Setelah upaya penyelamatan tersebut, keesokan harinya Bailong menunjukkan gejala seperti kehilangan nafsu makan dan diare, sehingga segera mendapatkan perawatan dari dokter hewan.

Pada 6 Februari, pemerintah setempat memberikan gelar "kelompok panutan yang baik dan berani" kepada Yelibay Dosunbek, Liu, dan Su Shaogao, teman Yelibay Dosunbek yang menyadari keadaan darurat kala itu dan berteriak minta tolong. Bailong, yang kondisinya membaik setelah menjalani perawatan, hadir dalam upacara pemberian gelar tersebut, mengenakan selempang merah.

Pada 6 Februari itu juga, kesehatan Bailong memburuk. Kuda itu mengalami demam tinggi dan sembelit. Bailong mati pada 11 Februari meskipun telah menjalani perawatan medis.

"Penyumbatan usus yang tiba-tiba bukanlah keadaan darurat yang jarang terjadi pada kuda. Begitu penyakit ini terjadi, usus-ususnya akan saling terpelintir, dan tingkat kematiannya sangatlah tinggi," kata Xiao Siyu, seorang lektor kepala di Universitas Pertanian Huazhong yang merupakan bagian dari tim perawatan yang dibentuk oleh biro pertanian dan urusan pedesaan di Kota Xiantao.

Berita tentang kematian Bailong memicu gelombang kesedihan dan kekaguman dari penduduk setempat maupun warganet di seluruh China.

Warga Xiantao terlihat meletakkan bunga di tepi Sungai Hanjiang sebagai bentuk penghormatan kepada hewan heroik tersebut. Pemerintah kota juga mengumumkan rencana untuk mendirikan sebuah patung kuda di tepi Sungai Hanjiang, dan mengatakan bahwa nama acara menyeberangi sungai setempat yang akan digelar akan diubah menjadi Piala Bailongma (Bailongma Cup), di mana Bailongma berarti "kuda naga putih".

"Terima kasih, Bailong si pemberani, yang tanpa rasa takut terjun ke dalam air untuk menyelamatkan nyawa. Beristirahatlah dengan tenang," tulis seorang warganet dengan nama pengguna Iron Mirror Princess_79891 di platform media sosial Weibo.

Sebagai penghargaan atas penyelamatan heroik Yelibay Dosunbek, Kamar Dagang Xinjiang di Xiantao mengumumkan bahwa pihaknya akan menyumbangkan seekor kuda putih baru untuk pria Uighur itu.

"Ketika cuaca menjadi lebih hangat di Xinjiang pada akhir Maret atau awal April, seekor kuda putih dari tempat asal Yelibay Dosunbek di Xinjiang akan dikirimkan kepadanya," kata Chen Huibing, presiden kamar dagang tersebut. Dia menambahkan bahwa kuda baru itu akan menjadi kelanjutan dari warisan Bailong dan bukti persatuan etnis.

Yelibay Dosunbek bertutur dirinya tidak menyesal menceburkan diri ke sungai. "Seandainya diberikan kesempatan lagi, saya akan membuat pilihan yang sama untuk kembali menyelamatkan nyawa."

Read Entire Article
Rakyat news | | | |