Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Pemerintah Norwegia membahas potensi perluasan kerja sama di sektor lingkungan hidup termasuk dalam isu penanganan perubahan iklim dan upaya yang perlu dilakukan
Dalam konferensi pers usai pertemuan di Kantor KLH Jakarta, Rabu, (19/2) Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono menyampaikan dalam pertemuan dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Andreas Bjelland Eriksen membahas sejumlah isu pengurangan emisi gas rumah kaca dan implikasinya terhadap ekonomi.
"Kami juga setuju bahwa ide ini bukan hanya untuk mengurangkan emisi, tapi juga untuk menciptakan pekerjaan dan saya pikir dengan memiliki ide ini bersama-sama, kita bisa mencapai apa yang disebut pembangunan yang berkelanjutan," kata Wamen LH Diaz.
Baca juga: KLH RI-Kanada bahas potensi karbon biru untuk tangani perubahan iklim
Dibahas pula sektor-sektor lain yang terkait penanganan perubahan iklim, termasuk penanganan sampah dan rehabilitasi mangrove serta gambut. Tidak hanya itu, kedua pihak juga membahas mengenai perdagangan karbon, mengingat Indonesia pada awal tahun lalu baru meluncurkan perdagangan karbon internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Andreas mengapresiasi kerja sama yang baik antara Indonesia dan Norwegia, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kedua negara bekerja sama dalam pendanaan berbasis kontribusi atau result based contribution untuk mendukung upaya menekan emisi GRK di Indonesia.
Baca juga: KLH: Dokumen iklim Second NDC tunggu persetujuan Presiden Prabowo
Dia menyebut kerja sama kedua negara di bidang lingkungan hidup menjadi salah satu potensi menarik yang dia harapkan dapat diwujudkan.
Baca juga: Unipa gagas penelitian mangrove dan lamun mitigasi perubahan iklim
"Saya melihat potensi yang besar untuk area kolaborasi yang dapat kita lakukan. Kita dapat bekerja sama dalam banyak isu, tidak hanya untuk mengurangi emisi dengan cepat tapi juga menciptakan pekerjaan dan kesempatan, menciptakan nilai untuk Indonesia," kata Andreas.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025