KKP ajak para "breeder" hasilkan ikan koi kualitas ekspor

1 week ago 8

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para breeder (pembudidaya) ikan koi agar dapat menjaga kualitas ikan koi yang dihasilkan agar bisa memperluas pasar ekspor.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa hal itu penting karena sebagai bagian dari upaya bersama untuk memajukan industri ikan koi di Indonesia.

"Kita terus berupaya agar memajukan industri ikan koi Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai Champion Ikan Hias Dunia. Posisi saat ini Indonesia menjadi eksportir ikan hias terbesar kedua di Dunia menggeser Singapura dan Belanda,” kata Tb Haeru.

Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu atau yang akrab disapa Tebe, menyampaikan hal itu dalam ajang Indonesia Japan Koi Show 2025 yang dilaksanakan di Cibinong, Jawa Barat. Ia mengapresiasi acara tersebut karena untuk pertama kalinya digelar Kontes Indonesia Koi Breeder.

Menurutnya, kegiatan tersebut memacu semangat para breeder ikan koi Indonesia untuk menghasilkan jenis koi yang akan menjadi primadona dengan harga fantastis hingga miliaran rupiah. Tiga jenis warna koi yang selalu menjadi primadona tersebut antara lain Kohaku, Sanke dan Showa.

Indonesia Japan Koi Show 2025 menghadirkan 1.626 ekor ikan koi dari 409 owner (pemilik) yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, Kalimantan, hingga Sumatera.

Tebe menambahkan, Indonesia Japan Koi Show 2025 juga dapat meningkatkan kebersamaan dan kolaborasi yang positif antara para breeder, pemerintah dan stakeholder lain, di antaranya BRIN yang bertugas mengembangkan inovasi dan riset peningkatan kualitas genetik ikan koi Indonesia.

"Kegiatan ini juga akan menjaga persahabatan antara komunitas ikan koi Indonesia dengan negara penghasil ikan koi seperti Jepang, Malaysia dan China," ucapnya.

Berdasarkan data International Trade Statistics bahwa nilai ekspor ikan hias Indonesia tahun 2023 mencapai 39,06 juta dolar AS atau 11,1 persen dari total ekspor ikan hias dunia yang mencapai 351.89 juta dolar AS.

Jenis ikan hias air tawar mendominasi ikan hias yang diekspor yaitu 81,4 persen, sedangkan ikan hias laut sebanyak 18,6 persen. Salah satu jenis ikan hias yang paling diminati adalah ikan koi.

Merujuk dari Satu Data KKP, produksi ikan koi nasional pada tahun 2023 senilai Rp2,6 triliun, dengan lima produsen utama ikan koi di Indonesia yaitu provinsi Jawa Timur (63,10 persen), Jawa Barat (12,63 persen), Jawa Tengah (9,29 persen), Sumatera Utara (5,35 persen), dan Sumatera Barat (4,03 persen).

Minister Economic and Development Affairs Embassy of Japan in Indonesia Hajime Ueda menilai bahwa dengan kegiatan tersebut, hubungan persahabatan dua negara antara Indonesia dan Jepang akan semakin erat.

“Suatu kegembiraan bagi kami karena budaya tradisi Jepang seperti budidaya ikan koi saat ini banyak dikagumi oleh penghobi dan breeder Indonesia, yang tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan meluas sampai ke Pulau Sumatera dan Kalimantan,” kata Ueda.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Awarding Ceremony Indonesia Japan Koi Show 2025 Hiroshi Toyama mengapresiasi hasil breeding ikan koi Indonesia yang dinilainya bagus dan jenisnya pun beragam.

Menurut Horoshi, ikan koi Indonesia saat ini banyak yang menjadi primadona hingga bisa tembus ekspor.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta seluruh jajarannya untuk menangkap peluang pasar ekspor produk perikanan, termasuk komoditas ikan hias seperti koi.

Selain menggencarkan kegiatan kontes dan pameran, pihaknya juga menyiapkan fasilitas seperti Raiser Ikan Hias yang ada di Cibinong, Jawa Barat.

Baca juga: Barantin pastikan dukung peningkatan budidaya ikan koi Indonesia

Baca juga: Pemkab Kediri kembangkan budi daya ikan koi

Baca juga: Pemkab Buleleng selenggarakan Festival Koi semarakkan HUT Ke-79 RI

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |