Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama dan Maskapai Garuda Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama pengangkutan udara jamaah calon haji reguler dan petugas penyelenggara ibadah haji 1446 H/2025 M.
Perjanjian kerja sama ditandatangani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Wamildan Tsani di Jakarta, Kamis.
"Setelah proses ini kita masuk ke chapter yang baru, yang lebih ke teknis terkait persiapan jamaah seperti pengkloteran, pemvisaan, dan jadwalnya juga kita fix-kan," ujar Hilman Latief.
Hilman menyampaikan bahwa perjanjian kerja sama dua pihak ini dilakukan setelah melalui proses yang panjang dan cukup dinamis. Tahun ini, Kemenag harus bernegosiasi dengan tiga maskapai yang berbeda dengan karakter yang berbeda. Ketiganya adalah Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudia Airlines.
"Ini sebuah pekerjaan dan pengalaman yang baru, dan juga tantangan buat kita semua," kata dia.
Baca juga: Garuda Indonesia proyeksikan angkut 90.933 calon haji
Ia mengapresiasi pihak Garuda Indonesia beserta jajaran atas dedikasi yang selama ini diberikan untuk melayani jamaah Indonesia.
"Mudah-mudahan pada haji tahun ini kita bisa bergandengan tangan dan bersama-sama mempersiapkan layanan terbaik bagi jamaah Indonesia," kata Hilman.
Direktur Utama PT. Garuda Indonesia Wamildan Tsani mengatakan pihaknya telah mengemban amanah sebagai penyedia layanan penerbangan bagi jamaah Indonesia sejak tahun 1995.
"Kepercayaan tersebut akan terus kami jaga untuk memastikan kelayakan penerbangan yang senantiasa memprioritaskan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pada seluruh operasional penerbangan jamaah haji Indonesia," ujarnya.
Menurut dia, Garuda Indonesia telah melakukan persiapan teknis mulai dari aspek armada, infrastruktur, hingga petugas untuk melayani penerbangan jamaah calon haji tahun ini.
Baca juga: Pemerintah perketat pengawasan cegah keterlambatan penerbangan haji
"Kami pastikan selaras dengan jadwal operasional penerbangan haji, kemudian memastikan target waktu penerbangan dapat tercapai, dengan senantiasa mengedepankan kenyamanan jamaah haji," katanya.
Wamildan juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan khusus bagi jamaah lansia dan mereka yang baru pertama kali berpergian dengan pesawat yang terus dioptimalkan.
Hal ini dilakukan dengan menghadirkan kemudahan mulai dari penyediaan infrastruktur pendukung hingga edukasi dan sosialisasi kepada jamaah.
"Melalui berbagai langkah persiapan yang kami lakukan, kami berharap penyelenggaraan penerbangan haji dapat berjalan baik dan lancar dan insya Allah dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya," kata Wamildan.
Tahun ini, PT. Garuda Indonesia akan mengangkut sebanyak 90.993 calon haji Indonesia dan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari tujuh embarkasi.
Baca juga: Kemenag rilis daftar nama peserta calon haji alokasi kuota 2025
Tujuh embarkasi itu yakni Embarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 4.412 orang, Embarkasi Medan (KNO) 8.398 orang, Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) 18.223 orang, Embarkasi Solo (SOC) 33.806 orang, Embarkasi Balikpapan (BPN) 5.756 orang, Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 15.804 orang, dan Embarkasi Lombok (LOP) sebanyak 4.534 orang.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025