KBRI Beijing kenalkan politik luar negeri era Prabowo ke media China

3 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun memperkenalkan politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada puluhan jurnalis China.

Kepada sekitar 50 jurnalis lokal China yang menghadiri acara "Media Gathering 2025 – Updates from Indonesia" di Wisma Indonesia dalam kompleks KBRI Beijing, Kamis, Dubes Djauhari mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia berkomitmen untuk mencapai Visi Emas Indonesia 2045.

"Visi yang bercita-cita menempatkan Indonesia di antara lima negara ekonomi teratas dunia," katanya.

"Visi ini akan menjadi panduan bagi upaya diplomasi Indonesia di tahun-tahun mendatang dengan fokus pada ketahanan nasional di seluruh sektor penting yaitu pangan, energi, air, ekonomi digital dan pertahanan," kata Dubes Djauhari menambahkan.

Penekanan pada empat ketahanan tersebut, menurut Dubes Djauhari, semakin penting karena lingkungan global semakin diliputi dengan berbagai krisis, ketidakpastian maupun persaingan geopolitik.

"Kemitraan dan kolaborasi yang kuat dengan negara-negara mitra sangat penting untuk menghadapi tantangan kompleks tersebut terlebih Presiden Prabowo juga telah telah mengunjungi Beijing dua kali yaitu pertama pada April-Mei 2024, tak lama setelah dinyatakan sebagai pemenang pemilu Indonesia 2024 dan kedua pada November 2024 yang merupakan kunjungan kenegaraan pertama ke luar negeri setelah menjabat," ungkap Dubes Djauhari.

Baca juga: KBRI Beijing ajak media China promosikan wisata unggulan Indonesia

Kunjungan yang dilakukan berselang hanya 20 hari setelah pelantikannya tersebut, menurut Dubes Djauhari, bukan hanya sekadar kunjungan simbolis, melainkan juga aksi nyata yang menghasilkan kesepakatan di berbagai sektor baik di bidang pertanian, perikanan, ekonomi hijau hingga sumber daya mineral dengan kesepakatan bisnis mencapai 10,07 miliar dolar AS.

"Ini baru permulaan, dan masa depan bahkan menyimpan janji yang lebih besar bagi peningkatan hubungan Indonesia-China," kata Dubes Djauhari.

Terlebih 2025 merupakan momen peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-China dan menjadi momentum komitmen Indonesia untuk memperkuat kemitraan abadi dengan China.

"Saya ingin mengundang Anda semua untuk membantu merayakan peringatan 75 tahun hubungan bilateral kita. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, Indonesia dan China akan menerbitkan prangko bersama yang akan dirilis pada April tahun ini dan sudah meluncurkan logo untuk peringatan 75 tahun hubungan bilateral kami bulan lalu di Indonesia," jelas Dubes Djauhari.

Baca juga: Indonesia dan China jalin kerja sama energi panas bumi

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |