Kapal korvet buatan dalam negeri KRI Bung Hatta-370 perkuat armada TNI AL

5 hours ago 2
Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan 25 knots sehingga dapat hadir di palagan dalam waktu cepat

Batam (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali meresmikan penyematan nama dan peluncuran kapal korvet buatan dalam negeri KRI Bung Hatta-307 di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, yang siap memperkuat armada TNI AL.

"Dengan dibangunnya kepal ini di galangan dalam negeri, selain menunjukkan komitmen kami untuk selalu berupaya meningkatkan kemampuan industri dalam negeri, juga membuktikan bahwa anak bangsa memiliki kemampuan dan potensi untuk memproduksi sendiri peralatan tempur TNI AL," kata Laksamana Ali dalam sambutannya.

KRI Bung Hatta-370 merupakan kapal produksi dalam negeri yang dibangun di PT Karimun Anugrah Sejati (KAS), Batam.

Kapal korvet (kapal perang ukuran kecil) ini merupakan kelanjutan dari kapal korvet produksi PT KAS sebelumnya, yakni KRI Bung Karno-369 yang saat ini telah melaksanakan dinas aktif di bawah jajaran Satkor Komando Armada I.

Menurut Ali, kegiatan penyematan nama dan peluncuran kapal TNI AL hari ini memiliki beberapa makna penting, antara lain kapal jenis korvet yang termasuk dalam jajaran striking force akan menambah daya pukul Armada RI, khususnya pertahanan laut, yang fokus pada penguatan choke point.

Baca juga: Kasal: KRI Bung Karno pertama didesain dalam negeri, TKDN 80 persen

Ia menjelaskan alasan penyematan nama Proklamator Kemerdekaan Indonesia, yakni Bung Karno pada korvet pertama dan Bung Hatta pada korvet kedua, merupakan wujud penghormatan.

"Selain sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kami kepada Dwi Tunggal, Sang Proklamator yang memiliki visi kemaritiman sangat kuat," kata Ali.

Ia melanjutkan, “Khususnya generasi penerus untuk senantiasa melestarikan, mewariskan serta meneruskan semangat pengabdian tanpa pamrih kepada rakyat dan negara tercinta."

Proses pembangunan kapal yang memiliki panjang 80,30 meter dan lebar 12,60 meter itu itu berlangsung selama 20 bulan.

KRI Bung Hatta-370 dilengkapi satu unit meriam 57 milimeter yang dapat ditingkatkan hingga 76 milimeter dan dua unit meriam 20 milimeter.

Kapal tersebut juga memiliki ketahanan lima hari dengan kapasitas 82 personel, kecepatan ekonomis 14 knots, kecepatan jelajah 18 knots, dan kecepatan maksimum 25 knots.

Selain itu, KRI Bung Hatta-370 nantinya juga dipersenjatai dengan surface to air missile, surface to surface missile, sistem torpedo untuk peperangan antipermukaan, udara dan bawah air.

Baca juga: TNI AL sedang kaji kebutuhan kapal induk untuk kepentingan OMSP

KRI Bung Hatta-370 juga mampu mengemban misi peperangan elektronika karena dilengkapi dengan berbagai peralatan elektronika, seperti radar electronic counter measures (R-ECM), radar-electronic support measures (R-ESM), dan perangkat lainnya.

Kapal perang itu mampu beroperasi di berbagai medan dan cuaca. Dengan kecepatan maksimal 25 knots dan kelincahan yang dimiliki, kapal itu diharapkan mampu memenuhi berbagai misi operasi laut, baik infiltrasi, eksfiltrasi, maupun misi pencarian dan pertolongan (SAR) dengan baik.

Asisten Logistik KSAL Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto menjelaskan bahwa KRI Bung Hatta-370 akan menambah kekuatan tempur TNI AL dan rencananya didistribusikan di Koarmada II.

"Kapal ini dilengkapi dengan kemampuan menangkis serangan udara. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan 25 knots sehingga dapat hadir di palagan dalam waktu cepat," ujarnya.

Eko menuturkan fungsi lain dari kapal ini adalah mampu melaksanakan pengamanan dan penyelamatan di laut karena dilengkapi dua unit RHIB untuk melaksanakan operasi SAR di laut.

Ia menambahkan TNI AL terus berkomitmen dalam melaksanakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Kehadiran KRI Bung Hatta-370 dibutuhkan untuk memperkuat jajaran unsur kombatan yang siap beroperasi dalam rangka menjaga kedaulatan di wilayah kerja Koarmada II, khususnya dalam mengatasi ekskalasi mendesak dari kejahatan di laut.

Baca juga: KSAL: Kapal hibah dari Jepang selesai dibangun tahun depan

Baca juga: TNI AL terima dua kapal baru dari Italia untuk perkuat pertahanan laut

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |