Jakarta (ANTARA) - Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menyebut ada tiga manfaat yang dapat diterima negara dengan adanya Bank Emas yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto minggu ini.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura kepada wartawan di Jakarta, Kamis, menyebut manfaat itu yaitu tersedianya platform yang aman dan terstruktur, adanya diversifikasi dan kemudahan bertransaksi emas, dan adanya Bank Emas dapat menjadi bagian dari cadangan devisa nasional.
Menurut Prita, semua manfaat itu berkontribusi untuk mendukung kemandirian bangsa yang merupakan salah satu misi dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kemandirian bangsa dan meningkatkan perekonomian mendukung visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” kata Prita.
Dia kemudian menjelaskan Bank Emas menjadi wadah/platform yang aman dan terstruktur bagi investor untuk bertransaksi tanpa harus memegang emas fisik secara langsung.
Prita melanjutkan bank emas dapat mendukung stabilisasi ekonomi, karena mengelola cadangan emas secara lebih baik, sekaligus membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kemudian manfaat kedua, adanya Bank Emas menjadi diversifikasi investasi bagi investor, karena investor lebih mudah mengakses emas sebagai instrumen investasi.
Tidak hanya itu, Prita melanjutkan kalangan industri juga diuntungkan dengan adanya Bank Emas, karena emas dalam negeri termasuk perhiasan dan pertambangan, akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pasar global logam mulia.
Terakhir, adanya Bank Emas dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari cadangan devisa nasional.
Dalam hitung-hitungan ekonomi, Prita menyebutkan, meningkatnya kepemilikan emas dalam negeri dapat berkontribusi pada pertumbuhan PDB sebesar 1,6% atau Rp245 triliun.
Dia melanjutkan ekosistem layanan bank emas juga diproyeksikan mampu menciptakan 1,8 juta lapangan pekerjaan baru baik langsung maupun tidak langsung.
Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (26/2) meresmikan Bank Emas yang dikelola oleh BSI dan Pegadaian. BSI ditugaskan menjalankan dua kegiatan usaha utama, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas.
Dua layanan baru itu, Prita menyebut, melengkapi ekosistem emas BSI yang telah ada, di antaranya gadai emas, cicil emas, dan BSI emas digital, dengan total emas kelolaan saat ini sekitar 17,5 ton.
Sementara itu, kegiatan layanan bank emas yang dijalankan Pegadaian meliputi tabungan emas, penitipan emas, pembiayaan emas, dan
deposito emas. Pegadaian dapat menghimpun dana berupa emas masyarakat sebagai simpanan dan simpanan ini bisa didepositokan.
Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2025