Intisari: Hong Kong luncurkan anggaran baru untuk pulihkan keseimbangan fiskal dan jaga pendorong pertumbuhan baru

3 hours ago 3

Hong Kong (ANTARA) - Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong akan melaksanakan program konsolidasi fiskal pada tahun keuangan baru untuk memulihkan keseimbangan fiskal dan memelihara mesin pertumbuhan baru seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Anggaran SAR Hong Kong 2025-2026 yang dirilis pada Rabu (26/2) menjanjikan pengurangan pengeluaran rutin pemerintah hingga 7 persen dari saat ini hingga 2027-2028.

Saat menyampaikan anggaran itu, Sekretaris Keuangan Pemerintah SAR Hong Kong Paul Chan mengatakan bahwa pengeluaran publik harus dibatasi secara ketat, tetapi dengan cara yang stabil dan cermat sembari mencari keseimbangan di antara berbagai dampak yang mungkin timbul selama prosesnya.

Sembari meletakkan fondasi fiskal yang berkelanjutan untuk pembangunan di masa depan, pendekatan ini mewakili upaya menyeluruh dari pemerintah SAR Hong Kong untuk meminimalisir dampak terhadap layanan publik dan mata pencaharian masyarakat, kata Chan.

"Hal ini memberikan jalur yang jelas bagi kita dalam mencapai tujuan memulihkan keseimbangan fiskal secara terencana dan progresif, dalam masa pemerintahan SAR Hong Kong saat ini," ujar Chan.

Menyebut inovasi teknologi sebagai "mesin inti", Chan menegaskan upaya dalam meningkatkan kekuatan pendorong ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing industri tradisional dengan lebih cepat.

Oleh karena itu, pemerintah SAR Hong Kong berjanji akan mengembangkan AI sebagai industri inti dan memberdayakan industri tradisional dalam peningkatan dan transformasi mereka.

Anggaran baru tersebut mengalokasikan 1 miliar dolar Hong Kong (1 dolar Hong Kong = Rp2.110) untuk pendirian Institut Penelitian dan Pengembangan AI Hong Kong. Untuk mendorong penerapan AI dalam industri, Dana yang Berorientasi pada Industri Inovasi dan Teknologi senilai 10 miliar dolar Hong Kong akan dibentuk, bersamaan dengan Skema Percontohan Akselerator Inovasi dan Teknologi senilai 180 juta dolar Hong Kong.

Jangkauan Global

Dalam hal meningkatkan pasar sekuritas dan derivatif, Hong Kong akan memfasilitasi pembiayaan perusahaan-perusahaan luar negeri dan produk-produk tertentu. Chan mengatakan bahwa Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) merupakan kawasan ekonomi penting yang terus berkembang, dan bahwa sejumlah perusahaan dari ASEAN berusaha untuk mengajukan permohonan listing (pencatatan saham) di Hong Kong, yang mencakup bisnis di berbagai bidang termasuk bioteknologi, logistik terintegrasi, dan pertambangan. Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEX) akan meningkatkan promosinya di ASEAN dan Timur Tengah, serta secara aktif menjajaki area kerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut, termasuk listing dana yang diperdagangkan di bursa, guna memperbanyak pilihan produk investasi di pasar reksa dana dan mempromosikan arus modal dua arah, ujarnya.

HKEX juga akan berupaya untuk meningkatkan jumlah bursa yang diakui di luar negeri guna memfasilitasi lebih banyak lagi perusahaan-perusahaan luar negeri yang melakukan listing sekunder di Hong Kong, imbuhnya.

Sementara itu, Hong Kong akan terus menarik modal global dan mengembangkan sebuah ekosistem yang dinamis untuk kantor keluarga. Invest Hong Kong (InvestHK) dari pemerintah SAR Hong Kong telah membantu lebih dari 160 kantor keluarga dalam mendirikan operasi atau mengembangkan bisnis mereka di Hong Kong, kata Chan.

Hong Kong akan menjadi tuan rumah acara Wealth for Good edisi ketiga di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Hong Kong dalam waktu dekat dengan mengusung tema "Hong Kong dari dunia, untuk dunia" (Hong Kong of the world, for the world), yang menampilkan kekuatan Hong Kong sebagai pusat global untuk kantor keluarga, ujarnya.

Prospek Menggembirakan

Chan memperkirakan ekonomi Hong Kong akan tumbuh 2 hingga 3 persen pada 2025 menyusul kemajuan yang stabil pada 2024 di tengah lingkungan yang rumit dan terus berubah. Bersama dengan inisiatif pemerintah SAR Hong Kong untuk meningkatkan ekonomi dan penurunan suku bunga oleh Amerika Serikat sejak pertengahan September, semuanya memberikan dukungan kepada berbagai segmen ekonomi di Hong Kong.

Ekonomi Hong Kong mencatat pertumbuhan moderat sebesar 2,5 persen pada 2024, kata Chan. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor termasuk pertumbuhan ekonomi China Daratan yang terus stabil, sirkulasi domestik dan internasional China, perluasan keterbukaan berstandar tinggi, dan pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap oleh bank-bank sentral utama, Chan memperkirakan bahwa ekonomi Hong Kong akan tumbuh rata-rata 2,9 persen per tahun secara riil dari 2026 hingga 2029.

Anggaran tersebut akan memperkuat kekuatan keuangan pemerintah, dan menciptakan momentum baru serta keuntungan baru bagi pembangunan ekonomi Hong Kong, kata Kepala Eksekutif SAR Hong Kong John Lee dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan bahwa berbagai langkah yang diajukan dalam anggaran tersebut konsisten dengan kebijakan yang disampaikan, dan menyatakan keyakinannya terhadap perkembangan dan masa depan Hong Kong.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |