Indonesia dan Ceko perkuat kerja sama pertahanan

1 week ago 5

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Ceko memperkuat kerja sama pertahanan melalui pertemuan antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan Republik Ceko Jana Černochová di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang saat menemui para jurnalis usai menghadiri pertemuan tersebut, menjelaskan penguatan kerja sama antara Indonesia-Ceko akan dilakukan dengan membarui perjanjian kerja sama pertahanan atau defence cooperation agreement (DCA).

“Ada DCA yang memang berakhir 2023, dan kunjungan kali ini juga termasuk salah satunya membahas bagaimana nantinya bisa diperbarui kembali agreement (DCA) yang sudah ada,” kata Frega di Kantor Kemenhan, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kemenhan sebut pembentukan perusahaan patungan RI-Turki dalam proses

Frega menjelaskan bahwa Ceko merupakan salah satu negara produsen alat utama sistem senjata (alutsista) yang memiliki kualitas, dan memiliki harga yang ekonomis dan kompetitif.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa kedua negara turut membahas peluang kerja sama yang baru, yakni selain kerja sama yang telah terjalin sejak 2006 dalam bentuk pengadaan alutsista, peralatan militer, hingga transfer teknologi pertahanan.

“Selama pembicaraan juga dibahas kemungkinan untuk kerja sama pendidikan, kemudian militer ke militer, pelatihan,” ujarnya.

Baca juga: Kemenhan jamin efisiensi tidak ganggu tugas menjaga kedaulatan negara

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai kerja sama pertahanan melalui Universitas Pertahanan antarkedua negara.

“Ceko sendiri punya Universitas Pertahanan, sehingga ini menjadi salah satu peluang juga dalam konteks kerja sama pertahanan untuk mencantumkan Universitas Pertahanan Ceko dan Indonesia. Apalagi berbicara untuk pengembangan militer dan pertahanan tentunya bukan hanya terkait alutsista, tetapi juga terkait dengan manusianya,” katanya.

Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa saat ini negosiasi antarkedua negara sudah berjalan, dan Kemenhan akan melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) karena berkaitan dengan hubungan antarnegara.

“Dan tentunya ini juga butuh kontribusi di level yang lebih tinggi dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto, sehingga prosesnya tadi saya sampaikan memang berbicara DCA ini kami tidak bisa menentukan, harus lima bulan, harus satu tahun (selesai),” ujarnya.

Ia berharap perpanjangan DCA antara Indonesia dan Ceko dapat disepakati segera. Terlebih, lanjut dia, terdapat kesamaan pemahaman bahwa kedua negara memerlukan kerja sama pertahanan.

“Apalagi hubungan Indonesia dengan Ceko ini bukan baru dibangun, tetapi sudah sejak lama,” jelasnya.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |