Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengungkapkan masuknya diskon harga tiket pesawat ke dalam kebijakan stimulus Ramadhan-Lebaran 2025 diperlukan untuk membantu kelas menengah yang akan menggunakan layanan penerbangan untuk mudik ke kampung halaman.
"Terkait dengan diskon harga tiket pesawat saya rasa itu memang diperlukan terutama untuk kelas menengah yang mau mudik Lebaran. Hal ini karena banyak dari mereka kemudian memanfaatkan moda transportasi pesawat," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, penerapan diskon harga tiket pesawat untuk Lebaran ini nantinya harus konsisten dijalankan.
"Biasanya harga tiket pesawat melambung ketika momen hari besar keagamaan dan liburan, jadi kalau kemudian ada diskon dan harus konsisten, jangan hanya diskon di jam-jam tertentu dan jangan bersifat sangat terbatas, itu juga harus dilihat," katanya.
Tentunya masyarakat perlu menunggu tataran praktis terkait berapa besaran diskon harga tiket pesawat yang akan diterapkan.
Kendati demikian, diskon ini dibutuhkan karena dapat menjadi stimulus bagi masyarakat kelas menengah yang akan mudik Lebaran sekaligus juga untuk mengendalikan harga tiket pesawat ketika mudik nanti.
"Jadi memang kita harus tunggu tataran praktisnya seperti apa, berapa persen diskonnya karena itu juga belum disampaikan kemarin oleh pemerintah," katanya.
Tetapi dengan adanya rencana kebijakan itu, kalau diskonnya cukup menarik hal tersebut memang akan menjadi stimulus untuk masyarakat terutama kelas menengah yang menggunakan layanan jasa penerbangan.
"Karena biasanya memang harga tiket mahal dan kenaikannya bisa hampir dua kali lipat dari harga normal ketika momentum libur Lebaran," kata Eko.
Ia juga menyarankan agar diskon harga tiket pesawat untuk libur Lebaran maupun Libur Natal-Tahun Baru dapat mengadopsi keberhasilan diskon tarif listrik yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Diskon seperti tarif listrik yang berlaku selama dua bulan, seharusnya diskon tiket pesawat bisa riil seperti itu gitu. Siapa pun masyarakat dengan kapasitas 2.200 VA ke bawah bisa menikmati diskon itu dan harusnya model yang sama juga diterapkan untuk diskon tiket pesawat untuk Lebaran," kata Eko.
Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan delapan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025, termasuk stimulus untuk mengungkit daya beli masyarakat.
Salah satunya adalah stimulus Ramadhan-Lebaran 2025 yang mencakup diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, program diskon belanja seperti Harbolnas 2025, program EPIC Sales 2025, dan BINA Diskon 2025.
Baca juga: Ekonom: Satu data pertanahan penting untuk jaga kepercayaan investor
Baca juga: Indef: Penguatan sarpras kunci produktivitas padi untuk swasembada
Baca juga: Ekonom sebut pentingnya menjaga pengelolaan surplus produksi beras
Baca juga: Ekonom: Kebijakan efisiensi anggaran K/L lebih produktif secara makro
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025