Kendari (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan bantuan pendidikan dengan enam program beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun 2025.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Kendari Dr Jumarddin La Fua di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa beasiswa tersebut merupakan bantuan pendidikan dari kampus yang bekerja sama dengan beberapa instansi dan pemerintah daerah (Pemda) di Bumi Anoa yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa IAIN Kendari.
"Program beasiswa tersebut, di antaranya beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Prestasi, Bank Indonesia (BI), Tahfiz Qur'an, Cahaya Pintar YBM-PLN, serta beasiswa Pemda, seperti Konawe Kepulauan, Bombana, dan Kolaka Timur," kata Jumarddin.
Baca juga: IAIN Kendari tetapkan UKT sesuai keputusan Kemenag RI
Ia menyebutkan bahwa beasiswa yang disediakan tersebut untuk mendukung perjalanan akademik mahasiswa IAIN Kendari. "Jadi, bukan hanya beasiswa umum yang disediakan, tetapi ada beasiswa yang dikhususkan untuk program studi tertentu," ujarnya.
Jumarddin menjelaskan bahwa IAIN Kendari juga menyediakan fasilitas untuk kenyamanan belajar mahasiswa, di antaranya ruang kelas ber-AC, proyektor, akses WiFi, perpustakaan, laboratorium multimedia, laboratorium mini bank syariah, dan Galeri Investasi Syariah atau GIS.
Untuk itu, lanjutnya, calon mahasiswa baru tidak perlu ragu kuliah di IAIN Kendari, karena perguruan tinggi yang mereka pilih adalah perguruan tinggi milik pemerintah yang berstatus negeri dan banyak beasiswa dan fasilitas yang disediakan.
Ia mengungkapkan bahwa biaya pendidikan di IAIN Kendari tergolong rendah, yaitu mencapai Rp400 ribu dan maksimal Rp2,4 juta per semester. Selain biaya kuliah tergolong rendah, pihaknya juga tidak memungut uang pangkal, yaitu biaya masuk perkuliahan yang dibayar satu kali diawal kuliah atau sering disebut biaya sumbangan pengembangan institusi.
"Semoga dengan adanya program beasiswa, layanan fasilitas hingga biaya kuliah tergolong rendah, para calon mahasiswa baru menetapkan hati memilih IAIN Kendari sebagai kampus mereka," ungkapnya.
Sebelumnya, IAIN Kendari menyediakan sebanyak 2.000 kuota calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2025.
Jumarddin mengatakan calon mahasiswa tersebut diterima melalui tiga jalur seleksi, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), dan Ujian Mandiri Lokal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UML-PTKIN).
Baca juga: IAIN Kendari jalin kerjasama dengan tujuh perguruan tinggi di Asia
Baca juga: Atase kedutaan Saudi Arabia beri edukasi mahasiswa IAIN Kendari
Dia menyebutkan bahwa ribuan kuota mahasiswa tersebut nantinya terbagi sebanyak 25 persen untuk jalur SPAN-PTKIN, 45 persen untuk jalur UM-PTKIN, dan 30 persen untuk jalur seleksi UML-PTKIN.
Jumarddin mengungkapkan di IAIN Kendari terdapat 20 program studi (prodi) yang siap menerima calon mahasiswa baru, yaitu Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Biologi, Tadris Fisika, Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, dan Tadris Matematika.
Selanjutnya, Prodi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, Manajemen Dakwa, Ilmu Al Quran dan Tafsir, Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Manajemen Bisnis Syariah.
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025