Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan keberhasilan Persib Bandung menorehkan triruntun gelar juara liga sebagai bukti sukses pengelolaan klub sepak bola secara profesional tanpa campur tangan pemerintah.
Persib menjuarai Super League 2025/2026, menegaskan dominasi mereka yang meraih gelar serupa dua musim sebelumnya.
"Persib sudah menunjukkan sebagai klub profesional tanpa harus mendapat campur tangan dari pemerintah. Jadi saya tegaskan sekali lagi, Persib merupakan klub profesional tanpa campur tangan dari pemerintah," kata Dedi di Bandung, Minggu.
Dedi menilai keberhasilan menjadi juara tanpa intervensi pemerintah menunjukkan profesionalisme sejati dalam pengelolaan sepak bola modern di Indonesia.
Baca juga: Persib untuk ketiga kali berturut-turut juara Super League
Baca juga: Klasemen Super League: Persib juara, Borneo runner-up
"Hari ini merupakan luapan kegembiraan seluruh pendukung, suporter, Bobotoh, dan pecinta Persib Bandung untuk merayakan prestasi yang luar biasa. Karena tiga kali menjadi juara adalah sesuatu yang luar biasa," katanya.
Ia berharap seluruh rangkaian perayaan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan sehingga menghadirkan citra positif bagi Kota Bandung dan Jawa Barat.
"Bahwa Bandung dan Jawa Barat merupakan ruang terbuka bagi siapa pun untuk berbahagia di sini," katanya
Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengisyaratkan akan memberikan bonus bagi skuad Persib atas keberhasilan menjadi juara Super League 2025/2026, meski ia tidak berkenan untuk memberi keterangan lebih lanjut.
“Lihat saja nanti,” katanya.
Persib menutup kiprah di Super League 2025/2026 dengan raihan 79 poin, sama banyaknya dengan Borneo FC tetapi berhak keluar sebagai juara berkat keunggulan catatan head-to-head.
Baca juga: Ratusan ribu Bobotoh padati Bandung rayakan triruntun gelar Persib
Baca juga: Manajemen Persib apresiasi rival sukses ciptakan liga yang Kompetitif
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































