Google hadirkan peningkatan fitur perlindungan dari penipuan daring

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi Google menghadirkan peningkatan fitur perlindungan dari penipuan daring guna mendukung upaya keamanan di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi langkah Google meluncurkan fitur Enhanced Fraud Protection untuk melengkapi layanan Google Play Protect bagi pengguna gawai Android.

"Saya apresiasi dan selamat karena hari ini sudah meluncurkan fitur baru yang bisa memproteksi," kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut dia, kehadiran fitur itu menunjukkan komitmen perusahaan teknologi dalam mendukung upaya pelindungan di ruang digital.

Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam menjelaskan, fitur Enhanced Fraud Protection dapat meminimalisir bahaya dari pemasangan aplikasi di gawai yang dilakukan dari luar akses toko aplikasi Google Play.

Putri mengemukakan bahwa menurut temuan Global Anti Scam Alliance (GASA) pada 2023, setidaknya sekitar 50 persen pengguna gawai terpapar penipuan daring dalam 12 bulan terakhir.

Oleh karena itu, Google menghadirkan fitur-fitur perlindungan yang terus ditingkatkan seperti Enhanced Fraud Protection guna membantu menutup celah kemampuan sistem operasi Android, yang disebut sideloading, yang kerap disalahgunakan oleh para penipu.

Sideloading di antaranya memungkinkan pengguna Android untuk memasang suatu aplikasi dari akses lain di luar toko aplikasi Google Play.

Baca juga: Kemkomdigi siapkan sistem keamanan siber

Baca juga: Polisi sita puluhan gawai dari tersangka penipuan daring

Penipu daring dapat berusaha memancing korban untuk melakukan sideloading aplikasi penipuan dengan menyamar sebagai orang terdekat.

Saat sideloading dari penipu terpasang di gawai korban, akses pengguna gawai ke layanan finansialnya biasanya menjadi bermasalah dan menimbulkan kerugian keuangan.

Menurut informasi di blog Google, fitur Enhanced Fraud Protection secara otomatis akan memblokir aplikasi dari luar toko aplikasi apabila aplikasi yang terpasang itu terindikasi meminta akses untuk One Time Password (OTP) lewat SMS dan melakukan pengintaian konten dari layar.

Fitur yang sudah dirilis secara global ini resmi tersedia di Indonesia mulai Februari 2025.

"Setelah sukses dengan uji coba di beberapa negara, proteksi tambahan ini menunjukkan hasil yang positif dengan berhasil melindungi 10 juta perangkat di seluruh dunia. Sekarang kami bangga dapat melindungi warga Indonesia lebih jauh lagi," kata Putri.

Baca juga: Deepfake suara diprediksi hadirkan ancaman siber pada 2025

Baca juga: BSSN siapkan SDM yang kompeten untuk hadapi serangan siber

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |