Favarel sebut kalah pada detik terakhir dari Prawira menyakitkan

1 month ago 13

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Kepala Dewa United Banten Pablo Favarel menyebut bahwa kalah pada detik terakhir dengan skor 84-86 saat melawan Prawira Bandung, dalam laga pekan ketiga Indonesian Basketball League (IBL) 2025, sangat menyakitkan bagi dia dan anak asuhnya.

Pelatih asal Argentina itu mengatakan, kekalahan mereka dalam laga tandang di C-Tra Arena Prawira, Minggu (26/1) malam tersebut, juga sangat berat dirasakan oleh Kaleb Ramot dan anak asuhnya yang lain.

"Mereka punya banyak senjata untuk mengalahkan kami, menembak dengan baik, bahkan lebih baik, apalagi di momentum terakhir yang membuat kami kalah," kata Favarel.

Guard andalan Prawira dan tim nasional bola basket Indonesia, Yudha Saputera, mengatakan kemenangan timnya melawan tim kuat seperti Dewa United sangat bagus untuk mengangkat moral tim.

Sebab, lawannya itu merupakan salah satu kandidat juara IBL 2025, karena dihuni oleh pemain lokal dan asing yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

"Pertandingan yang bagus. Inilah saya harapkan saat kami bertemu tim-tim seperti Dewa United," ujar pemain berumur 26 tahun itu.

Yudha menambahkan, butuh kerja keras dan kontribusi maksimal dari setiap pemain, guna memenangi pertandingan melawan tim seperti Dewa United.

"Butuh kerja keras, serta yang tidak kalah pentingnya adalah kontribusi. Bagaimana sebagian besar pemain lokal juga ikut mencetak poin," ujar pemain yang menjadi aktor utama saat Prawira menjuarai IBL 2023 tersebut.

Dewa United harus menderita kekalahan dramatis di markas Prawira Bandung setelah Norbertus Giga sukses menuntaskan sebuah permainan under basket tepat 0,8 detik sebelum pertandingan berakhir.

Baca juga: Prawira hampir terjerembap kembali di kandang saat lawan Dewa United

Baca juga: Qualls tunjukkan taji saat bawa BHB kalahkan Pacific Caesar Surabaya

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |