Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo Anne Susanty menyoroti pentingnya penyediaan hotline guna membantu penyandang kanker atau orang tua dan walinya dalam menjalani atau mendampingi proses terapi dan perawatan.
"Karena mereka lebih sering bingung. Jadi bingungnya itu karena anaknya sudah besar, lalu kemudian penyakitnya berat, sehingga ada kadang-kadang sesuatu yang mereka temui di anaknya lalu tidak tahu dapat berbuat apa," kata Anne dalam siaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bertema "Kemoterapi pada Retinoblastoma" di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan hal tersebut sebagai bentuk fasilitasi dari rumah sakit bagi orang tua yang kebingungan dalam menangani kanker pada anaknya. Selain itu, lanjutnya, komunikasi dari rumah sakit serta komunitas diperlukan agar pasien dan walinya tidak hilang atau putus pengobatan.
Baca juga: Dokter paparkan peran akupuntur dalam tatalaksana kanker
Menurut Anne, terdapat sejumlah bentuk dukungan yang dapat diberikan RS dalam memberi semangat para orang tua dan wali itu. Pertama adalah menghargai usaha orang tua yang membawa anaknya berobat.
Dia mencontohkan pada sejumlah kasus dimana orang tua atau wali baru membawa anak berobat setelah 3-4 bulan, hal tersebut bisa disebabkan karena jauhnya tempat tinggal dari fasilitas kesehatan atau karena tidak adanya informasi yang jelas tentang pengobatan kanker.
"Lalu kemudian setelah Itu adalah kita harus menerangkan juga bahwa ibu dan bapaknya itu tidak sendirian, artinya banyak sekali pasien-pasien yang sama itu juga sedang berjuang," ucapnya.
Baca juga: Wamenkes imbau masyarakat manfaatkan PKG untuk deteksi dini kanker
Dia mencontohkan RS Mata Cicendo memfasilitasi kumpulan orang tua dari para penyandang atau penyintas kanker mata melalui grup WhatsApp, dimana mereka saling mendukung mulai dari urusan administrasi, dukungan moral, hingga keilmuan tentang kanker.
Dalam kesempatan yang sama Dokter Spesialis Mata RS Mata Cicendo Primawita Oktarima Amiruddin menyebutkan 95 persen tumor pada retinoblastoma dapat disembuhkan, namun karena banyak yang terlambat berobat, akhirnya tidak dapat diselamatkan.
Primawita menilai sistem dukungan yang kuat menjadi penting dalam penanganan kanker mata pada anak, mengingat berbagai beban fisik, mental, finansial bagi keluarga para penyandang kanker. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama dari tenaga medis, psikolog, dan komunitas.
Baca juga: Obat kanker mata yang dikembangkan China raih status ODD dari FDA AS
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025