Pandeglang (ANTARA) - Saadiah (54) ditemukan tewas di dalam sumur yang tidak jauh dari rumahnya di Kampung Kadu Langgong, Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah dilaporkan hilang selama dua hari.
Kepala Subseksi Siaga dan Operasi Basarnas Banten Risky Dwianto, melalui keterangan yang diterima di Serang, Rabu, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat dinyatakan hilang pada Senin (17/2) dan keluarga sudah sempat mencari keberadaan korban namun tidak kunjung ditemukan.
"Hingga sore tadi korban ditemukan oleh warga sekitar yang akan mengambil air di sumur sekitar pukul 14:25 WIB dengan posisi terlungkup di dalam sumur," katanya.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya ke pihak kepolisian dan Basarnas Banten untuk segera dilakukan evakuasi.
Proses evakuasi korban berjalan cukup lama lantaran posisi sumur cukup sempit, dengan kedalaman mencapai 15 meter, dilengkapi peralatan CSR (Confined Space Rescue) system lifting and lowring baru berhasil mengangkat korban dari sumur sekitar pukul 18:37 WIB dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
“Tim berhasil mengevakuasi korban pada pukul 18:37 WIB dalam keadaan meninggal dunia yang selanjutnya korban langsung dibawa ke rumah duka,” katanya.
Ia menyampaikan dengan telah dievakuasinya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR yang terlibat dapat kembali ke kesatuannya masing-masing.
Baca juga: Tim gabungan evakuasi empat warga yang jatuh ke sumur sedalam 20 meter
Baca juga: Kematian bocah Maroko yang jatuh ke sumur undang simpati dunia
Baca juga: Tim SAR evakuasi anak jatuh ke sumur 30 meter
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025