BYD kembali beri sinyal bawa mobil hybrid ke Indonesia

1 week ago 8

Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil ramah lingkungan asal China, BYD, kembali memberi sinyal kemungkinan perusahaan memboyong teknologi hybrid-nya ke Indonesia, selain mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang selama ini dipasarkan.

“Kita hanya tunggu kalkulasi optimal apa kah sudah waktunya kami membawa PHEV (Plug-in Hybrid Vehicle). Secara kesiapan produk kita sudah siap,” ujar Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan pada gelar wicara Indonesia Center for Mobility Studies di JIExpo Kemayoran, Selasa.

BYD menjadi salah satu produsen otomotif yang berhasil menempatkan diri sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik dan hybrid.

Baca juga: Mobil hybrid baru BYD dapat tempuh jarak lebih dari 2.100 km

Baca juga: Sedan hybrid BYD Qin L tiba di diler di China sebelum peluncuran

Meski di Tanah Air hanya memasarkan model BEV, perusahaan asal Tiongkok ini sebetulnya telah mengembangkan berbagai model hybrid yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik di negara asalnya.

Secara global, mobil BYD masuk ke dalam nomenklatur New Energy Vehicle (NEV) yang juga berfokus pada teknologi PHEV. Sehingga tak menutup kemungkinan BYD membawa mobil PHEV ke Indonesia, jika permintaan mobil PHEV meningkat signifikan.

Kemungkinan ini semakin kuat terlebih setelah pemerintah saat ini akhirnya telah memberikan insentif mobil hybrid, tak hanya pada BEV.

“EV jadi prioritas utama terlebih dulu sambil pelajari penerimaannya cukup baik. Insentif hybrid ini kita rasa sangat baik,” kata Luther.

“Ini hanya persilangan antar pasar. Kalau kita bisa bawa produk PHEV terjangkau pasti jadi lebih efektif,” tambahnya.

Menurut Luther, pemberian insentif mobil hybrid bukan berarti bertujuan untuk mengalihkan pasar BEV ke hybrid, melainkan mengakomodasi kebutuhan masyarakat Indonesia utamanya di daerah-daerah yang belum tergapai infrastruktur pendukung mobil listrik.

“Kita lihat juga kondisi demografi Indonesia di beberapa area itu menantang, saya rasa insentif ini mencoba mengakomodir dari sisi demografi jadi bukan pada dampaknya pengalihan pasar,” imbuhnya.

Baca juga: Toyota berencana pakai platform BYD untuk 3 model PHEV di China

Baca juga: China Menggebrak AS Lewat Mobil Listrik

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |