Semarang (ANTARA) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat rata-rata 182 potensi serangan siber per detik terhadap berbagai entitas melalui jaringan internet di Indonesia.
"Data 2025, tercatat sekitar 5,16 miliar anomali trafik data internet" kata Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas pada acara BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis.
Menurut dia, data tersebut didasarkan atas analisis terhadap anomali trafik internet dalam sepanjang 2025.
Ia menjelaskan anomali trafik internet tersebut belum tentu serangan siber, namun berpotensi menjadi serangan siber.
Berkaitan dengan.pentingnya sektor keuangan, ia menekankan pentingnya keamanan siber yang harus dimiliki oleh Badan Pembangunan Daerah (BPD).
"Keamanan siber harus dipandang sebagai investasi. Saat ini masih banyak anggapan keamanan siber sebagai pemborosan," katanya.
Baca juga: BSSN sarankan perbankan rutin update aplikasi digital
Ia menyebut perbankan jangan "pelit" dalam berinvestasi di bidang keamanan siber.
"Kita akan membayar lebih, kalau sudah kena serangan," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendorong penguatan keamanan siber yang memang didesain sejak awal, bukan karena adanya kejadian.
"Jangan muncul kepedulian setelah terjadi serangan," tururnya.
Baca juga: Kepala: Kemampuan BSSN deteksi "anomali traffic" sangat cepat
Baca juga: BSSN-AFTECH perkuat kerja sama keamanan siber sektor keuangan
Baca juga: OJK bersama PPATK-BSSN kerja sama untuk keamanan sektor jasa keuangan
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































