BRIN optimalkan kerja sama riset, siasati efisiensi anggaran tahun ini

1 week ago 5
Jadi masalah pendanaan ya bukan kendala bagi kita dengan open platform ini

Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengoptimalkan kerja sama riset dengan berbagai pihak dalam upaya menyiasati efisiensi anggaran Pemerintah Indonesia pada Tahun Anggaran (TA) 2025 ini.

Salah satunya dalam riset tenaga nuklir yang kini tengah berlangsung, BRIN turut menggandeng Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan industri dalam riset tersebut.

"Ini termasuk kegiatan kita sebetulnya memang, untuk efisiensi anggaran kan ada pendanaan dari IAEA sendiri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Anugerah Widiyanto di Jakarta, Senin.

Baca juga: Kepala BRIN ungkap sejumlah fasilitas pimpinan dihapus untuk efisiensi

Anugerah juga mengklaim pihaknya telah mengonfirmasi pihak IAEA terkait kebijakan internasional lain, salah satunya kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menghentikan bantuan asing, salah satunya kepada IAEA.

"Mereka bilang (kebijakan tersebut) enggak terlalu berdampak (kepada IAEA)," ujarnya.

Sementara Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri menyebutkan BRIN memiliki open platform di bidang riset, dengan menggabungkan seluruh pihak baik akademisi maupun universitas, BRIN selaku lembaga riset, serta industri yang membutuhkan untuk dapat membentuk sebuah ekosistem riset.

Ke depannya, ia menyebutkan open platform ini tidak hanya dikembangkan di Indonesia saja tapi juga di regional dan internasional.

Baca juga: Kepala BRIN pastikan gaji pegawai tidak terdampak efisiensi anggaran

"Jadi masalah pendanaan ya bukan kendala bagi kita dengan open platform ini," ucap Syaiful.

Salah satu contohnya, jelas Syaiful, adalah dalam bidang riset nuklir, dimana IAEA menghibahkan electron beam berkekuatan 2,5 mega electron volt (MeV) yang nilainya ditaksir antara Rp15-20 miliar.

"Ya, paling tidak dengan cara seperti ini, kalau kita kekurangan sumber daya manusia, ya mereka bisa masuk ke kita, atau kita bisa berkirim ke luar. Atau kalau mereka butuh fasilitas untuk riset, mereka juga bisa menggunakan fasilitas kita, baik itu regional maupun internasional," tutur Syaiful Bakhri.

Baca juga: Anggaran riset BRIN terbuka untuk semua pihak

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |