BPOM kawal fortifikasi tepung terigu dengan pengawasan kualitas pangan

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan, sebagai upaya mengatasi masalah defisiensi mikronutrien di Indonesia, pihaknya mengawal inisiatif fortifikasi tepung terigu dengan cara memastikan kualitas serta keamanan pangan.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, Taruna menyebutkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) merekomendasikan fortifikasi tepung terigu sebagai cara efektif untuk meningkatkan asupan zat besi dalam populasi.

“Sejak 2022, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan kewajiban fortifikasi tepung terigu dengan zat besi, asam folat, dan zinc untuk mengatasi defisiensi mikronutrien yang berkontribusi terhadap anemia dan stunting. Fortifikasi tepung terigu dengan zat besi juga lazim diterapkan di banyak negara sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat,” dia menuturkan.

Sejumlah negara itu, katanya, yakni Amerika Serikat, Kanada, Australia, Brasil, Filipina, dan beberapa negara di Afrika serta Timur Tengah.

Dia menyebutkan, pihaknya sebagai lembaga otoritas pengawas keamanan pangan memiliki peran penting dalam mengawal implementasi fortifikasi tepung terigu, yakni dengan memastikan kualitas dan keamanannya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Menurut Taruna, keberadaan sarana produksi Indofood Group berperan penting sebagai salah satu kontributor pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sektor industri pangan olahan. Dia menyebutkan, Indofood Group mampu memproduksi lebih dari 50 jenis produk pangan olahan, mulai dari makanan pendamping air susu ibu (MPASI), minyak goreng sawit, bumbu masak, mie instan, air minum dalam kemasan (AMDK), hingga tepung terigu sebagai bahan baku.

“BPOM mengapresiasi Indofood Group yang memiliki konsumen di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Bahkan, Indofood Group telah mendirikan pabrik di luar negeri, seperti di Nigeria dan Maroko. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkes: RI fortifikasi pangan skala besar atasi masalah gizi mikro

Dia juga mengapresiasi komitmen serius Indofood Group bergerak bersama BPOM untuk memberikan dukungan bagi UMK pangan steril komersial dalam melakukan validasi kecukupan pangan.

Secara khusus, katanya, Presiden Prabowo telah memberikan amanat kepada Kepala BPOM agar memperhatikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM memegang peran esensial sebagai tulang punggung ekonomi dan juga berkontribusi sebagai penyuplai utama pangan di Indonesia.

“Kami berharap kesuksesan Indofood Group dapat terus memberikan manfaat bagi kemajuan UMKM Indonesia, antara lain melalui sharing pengalaman dan pengetahuan untuk membuka peluang ekspor bagi UMKM," ujarnya.

"Kolaborasi yang baik ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada UMK untuk berkembang dan maju sehingga terdapat multiplier effect ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” Taruna menambahkan.

Dia pun berharap Indofood Group dan industri pangan lain serta UMKM dapat terus berinovasi dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku baik di Indonesia maupun negara tujuan ekspor, agar dapat meningkatkan daya saing dan mengurangi risiko penolakan produk.

Baca juga: Kemenkes sebut bahan makan bergizi gratis mesti sudah terfortifikasi

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |