Istanbul (ANTARA) - Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran menjadikan pasar energi global sebagai “sandera” dalam perselisihan antara Teheran dan Washington, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.
Selama pertemuan di New Delhi, Sabtu (23/5), Rubio juga menegaskan bahwa produk energi AS berpotensi untuk mendiversifikasi pasokan energi India, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott dalam pernyataannya.
Isu ini menjadi perhatian karena India melanjutkan pembelian minyak dari Iran tahun ini—setelah jeda tujuh tahun—menyusul langkah AS mencabut sanksi terhadap ekspor minyak Teheran di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Selama pembicaraan bilateral, Rubio dan Modi sepakat untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan pertahanan serta mempercepat kolaborasi pada teknologi penting dan yang sedang berkembang.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN-News18, Rubio mengatakan isu seputar pembelian minyak Rusia bukanlah tentang India.
“Ini tentang keinginan untuk memberikan tekanan pada Rusia karena perang di Ukraina, dan India kebetulan merupakan pembeli besar, tetapi itu tidak pernah ditujukan kepada India secara khusus,” ujar Rubio.
“Namun demikian, ada beberapa dinamika baru yang muncul sejak saat itu. Kami juga melihat peluang bagi India untuk melanjutkan rencananya mendiversifikasi sumber energinya. Dan itu termasuk Amerika Serikat, dan berpotensi beberapa negara lain seperti Venezuela. Jadi kami ingin terus menjadi mitra yang baik dalam hal itu,” katanya menambahkan.
Rubio mengatakan bidang pertahanan akan menjadi salah satu area kunci yang dapat dikembangkan antara Washington dan New Delhi.
“Produksi bersama antara AS dan India terkait industri pertahanan akan ideal karena India memiliki kapasitas yang luar biasa,” katanya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: China harap pertemuan Menlu AS dan tiga negara tak targetkan siapa pun
Baca juga: Menlu AS Rubio gelar pertemuan perdana dengan mitra dari tiga negara
Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































