Apa saja faktor yang dapat menyebabkan ADHD?

1 week ago 8

Jakarta (ANTARA) - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas adalah kondisi neurodevelopmental yang menyebabkan seseorang kesulitan memusatkan perhatian, bersikap impulsif, dan cenderung hiperaktif.

ADHD umumnya terdiagnosis pada anak-anak, tetapi dalam beberapa kasus, gejalanya dapat terus berlanjut hingga dewasa.

Terdapat beberapa faktor yang diyakini sebagai penyebab terjadinya kondisi ini, dari faktor genetik hingga terjadinya gangguan perkembangan pada otak. Berikut penjelasan selengkapnya.

Penyebab ADHD

Hingga kini, penyebab pasti ADHD belum sepenuhnya diketahui. Namun, beberapa faktor di bawah ini dipercaya dapat berkontribusi terhadap terjadinya hal tersebut.

  1. Faktor genetik: ADHD cenderung terjadi dalam keluarga, yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan faktor keturunan.
  2. Gangguan perkembangan otak: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam struktur dan aktivitas otak pada individu dengan ADHD.
  3. Paparan zat berbahaya: Konsumsi alkohol, rokok, atau paparan zat beracun selama kehamilan dapat meningkatkan risiko ADHD pada anak.
  4. Persalinan prematur atau berat badan lahir rendah: Kondisi ini dikaitkan dengan kemungkinan gangguan perkembangan otak yang dapat menyebabkan ADHD.

Baca juga: Kenali gejala ADHD berikut ini yang bisa terjadi pada siapa saja
Jenis-jenis ADHD

ADHD terbagi menjadi tiga jenis utama berdasarkan gejala yang dominan, yaitu:

1. ADHD dominan inatentif
Sebelumnya dikenal sebagai Attention Deficit Disorder (ADD), tipe ini ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, mudah lupa, sering kehilangan barang, serta sulit mengikuti instruksi atau menyelesaikan tugas.

2. ADHD dominan hiperaktif-impulsif
Pengidap jenis ini menunjukkan perilaku hiperaktif seperti tidak bisa diam, berbicara berlebihan, sering menginterupsi pembicaraan orang lain, serta sulit menunggu giliran dalam suatu kegiatan.

3. ADHD kombinasi
Jenis ini merupakan gabungan dari dua tipe sebelumnya, di mana pengidap mengalami kesulitan fokus sekaligus menunjukkan perilaku impulsif dan hiperaktif.

Gejala ADHD

Gejala ADHD dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa ciri-ciri umum yang dapat ditemukan pada pengidap ADHD:

1. Gejala ADHD dominan inatentif:

  • Kesulitan memusatkan perhatian pada detail kecil.
  • Mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar.
  • Sulit menyelesaikan tugas atau mengikuti instruksi panjang.
  • Sering lupa atau kehilangan barang yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.

2. Gejala ADHD dominan hiperaktif-impulsif:

  • Tidak bisa duduk diam dalam waktu lama.
  • Sering berbicara tanpa henti dan menyela pembicaraan orang lain.
  • Berlarian atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai.
  • Sulit mengontrol emosi dan sering bertindak tanpa berpikir.

Baca juga: Mengenal lebih dalam tentang apa itu ADHD?

Cara penanganan ADHD

Meskipun ADHD tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, terdapat berbagai metode untuk membantu pengidapnya mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Terapi perilaku kognitif (CBT): Terapi ini membantu pengidap ADHD dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan konsentrasi, mengontrol impulsivitas, serta mengelola emosi.
  • Pengobatan medis: Dokter dapat meresepkan obat stimulan maupun non-stimulan guna membantu meningkatkan fokus dan mengurangi hiperaktivitas.
  • Dukungan dari orang tua dan lingkungan: Orang tua dapat membantu dengan menciptakan rutinitas yang terstruktur, memberikan instruksi yang jelas, serta memberi penghargaan atas perilaku positif anak.
  • Pendekatan edukasi: Sekolah dapat menyediakan dukungan khusus, seperti strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak ADHD.

ADHD tidak hanya menyebabkan pengidapnya kesulitan berkonsentrasi, tetapi juga melibatkan ketidakmampuan dalam mengatur emosi, menyusun rencana, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan. Jika tidak ditangani dengan baik, ADHD dapat berdampak pada prestasi akademik, hubungan sosial, hingga produktivitas kerja.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih memahami kondisi ini agar dapat memberikan dukungan yang optimal bagi mereka yang mengalaminya.

Bagi keluarga yang menduga anaknya mengalami ADHD, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

Baca juga: Peneliti ungkap dampak ADHD terhadap harapan hidup pria dan wanita

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |