Apa itu TKA sebagai istilah ujian pengganti UN?

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengumumkan perubahan sistem evaluasi pendidikan di Indonesia. Ujian Nasional (UN), yang selama ini menjadi acuan kelulusan bagi siswa, kini digantikan dengan istilah ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kebijakan ini menjadi upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan penilaian yang lebih komprehensif terhadap kemampuan siswa.

Banyak yang menyambut baik ujian TKA sebagai harapan baru pendidikan. Namun, tidak sedikit yang masih mempertanyakan terkait penjelasan TKA itu sendiri.

Lantas, apa sebenarnya TKA itu? Bagaimana perbedaannya dengan UN? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Cek daftar jalur Seleksi Masuk UI 2025 lengkap dengan jadwalnya

Apa Itu Tes Kemampuan Akademik (TKA)?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah evaluasi baru yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademis siswa secara lebih komprehensif.

TKA berbeda dengan UN yang selama ini menjadi standar kelulusan. TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa.

TKA akan digunakan sebagai salah satu tolak ukur dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Selain itu, TKA juga akan berperan sebagai alat penilaian dalam proses masuk dari jenjang SD ke SMP serta dari SMP ke SMA.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) umumnya dikenal sebagai tes berbagai proses seleksi, seperti seleksi masuk perguruan tinggi hingga penerimaan beasiswa.

TKA bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dengan jenis soal verbal, numerik, logika, serta spasial atau gambar.

Dalam arti lain, penekanan dalam tes TKA adalah pada tingkat Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis dan pemecahan masalah.

Baca juga: Cek daftar jalur Seleksi Masuk UI 2025 lengkap dengan jadwalnya

Hal ini berbeda dengan UN yang lebih berorientasi pada hafalan materi yang sudah ada di buku atau teori mata pelajaran.

Secara umum, TKA memiliki beberapa tujuan dan manfaat penting dalam konteks seleksi pendidikan dan karier.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dapat menjadi evaluasi kemampuan seseorang dalam memahami dan menguasai materi pelajaran yang relevan dengan bidang studi atau pekerjaan yang diminati.

Selain itu, hasil TKA dapat menjadi acuan dalam memprediksi potensi keberhasilan seseorang, baik dalam menempuh pendidikan tinggi maupun dalam menjalankan pekerjaan tertentu.

Ujian ini juga dapat berfungsi untuk menilai kesiapan seseorang dalam menghadapi tantangan akademik atau dunia kerja.

Walaupun sudah dihapuskan, TKA pernah menjadi sub-materi yang diujikan dalam UTBK SBMPTN. Namun, beberapa perguruan tinggi kini masih menggunakan TKA sebagai salah satu komponen dalam seleksi penerimaan mahasiswa.

TKA yang pernah diselenggarakan yakni menguji materi Soshum (pelajaran Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi), materi Saintek (pelajaran Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika), lalu materi campuran yang meliputi gabungan dari TKA Saintek dan TKA Soshum.

Diketahui, TKA sebagai pengganti istilah ujian nasional (UN) akan mulai diberlakukan pada November 2025 untuk siswa kelas 12 SMA/SMK. Untuk pelaksanaan SD dan SMP, akan mulai dilakukan pada tahun 2026.

Baca juga: Mendikdasmen ungkap alasan UN format baru dilaksanakan November 2025

Baca juga: Mendikdasmen umumkan UN model baru setelah ada aturan PPDB

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |