Anggota DPR dukung B40 untuk efisienkan anggaran dan kurangi impor

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah dalam penerapan program biodiesel 40 persen (B40), sebab berkontribusi pada efisiensi anggaran, pengurangan impor, dan ramah lingkungan.

"Sejak program biodiesel dijalankan pada 2020, kami telah mencatat penghematan sebesar Rp38 triliun. Nilai ini terus meningkat setiap tahunnya, dan dengan penerapan B40 pada 2025, penghematan devisa diproyeksikan akan jauh lebih besar," ujar Alfons di Jakarta, Rabu.

Menurut Alfons, pemerintah telah menetapkan target alokasi B40 sebesar 15,6 juta kiloliter (kl) pada 2025, yang terdiri atas 7,55 juta kl untuk sektor Public Service Obligation (PSO) dan 8,07 juta kl untuk sektor non-PSO.

Dengan implementasi ini, Alfons berharap program B40 mampu menghemat devisa negara hingga Rp147,5 triliun pada 2025.

Penghematan tersebut tak luput dari pengurangan impor solar yang signifikan akibat diimplementasikannya biodiesel.

Baca juga: ESDM sebut implementasi B40 terkendala keterbatasan penyimpanan

“Pada 2014, kita masih mengimpor (solar) 11,475 juta kl, sementara pada 2023 angka ini sudah berkurang menjadi 5,145 juta kl. Dengan implementasi B40, impor solar diproyeksikan akan semakin berkurang secara signifikan," kata Alfons.

Selain aspek ekonomi, Alfons juga menyoroti bahwa program biodiesel sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon. Pemanfaatan B40 dapat membantu menekan emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.

"Biodiesel adalah energi yang lebih bersih dibandingkan solar konvensional. Dengan kandungan nabati yang lebih tinggi, emisi karbon yang dihasilkan juga lebih rendah. Ini menjadi langkah konkret bagi Indonesia dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan," ucap dia.

Ia menambahkan bahwa swasembada energi menjadi salah satu prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, yang dalam pelaksanaannya dijalankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional.

Baca juga: Aprobi apresiasi penyaluran B40 berjalan baik pada 2025

Dengan keberlanjutan program biodiesel, Alfons optimistis Indonesia akan semakin mendekati cita-cita swasembada energi yang tidak hanya efisien secara anggaran, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Adi Lazuardi
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |