Ambon (ANTARA) - Akademisi Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon Maluku mengemukakan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi solusi meningkatkan efisiensi anggaran yang efektif tanpa mengorbankan kinerja.
“Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja juga menjadi penting. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kinerja. Automasi proses bisnis, penggunaan big data, serta penerapan sistem berbasis kecerdasan buatan dapat membantu organisasi dalam mengelola anggaran dengan lebih efisien sekaligus meningkatkan produktivitas kerja,” kata dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pattimura Mukhlis Fataruba di Ambon, Rabu.
Baca juga: Ombudsman minta dukungan Komisi II DPR untuk rekonstruksi anggaran
Ia menyampaikan, pandangan yang responsif terhadap langkah Pemerintah RI untuk melakukan efisiensi anggaran menggema dalam berbagai diskursus. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Target efisiensi anggaran yakni sebesar Rp306 triliun, yang terdiri dari anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp256 triliun dan nilai transfer ke daerah sebesar Rp50 triliun.
“Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa efisiensi anggaran dimaksud, tidak lain adalah untuk mendukung program pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis, perumahan, dan swasembada pangan, serta pembangunan sarana pendidikan. Namun konsep efisiensi anggaran merujuk pada penggunaan sumber daya keuangan yang optimal dalam mencapai tujuan organisasi,” tuturnya.
Ia melanjutkan bahwa prinsip utama dari efisiensi anggaran adalah memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat yang maksimal. Dalam konteks pemerintahan, efisiensi anggaran sering dikaitkan dengan kebijakan pengurangan anggaran dan reformasi birokrasi guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Oleh sebab itu, kata dia dengan adanya efisiensi anggaran yang berisiko di rumahkannya pegawai non-ASN juga harus memperhatikan skala prioritas berdasarkan tugas dan fungsi. Dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi menurutnya bisa mengurangi biaya operasional sehingga anggaran dapat digunakan lebih efisien. Kemudian dengan menggunakan teknologi dan digitalisasi, masalah transparansi dan akuntabilitas dapat meningkat, sehingga penggunaan anggaran dapat dipantau dan dievaluasi secara lebih efektif.
Baca juga: Efisiensi anggaran bagai puasa hapus sel kanker dan lemak birokrasi
Contohnya pelaksanaan e-government melalui Sistem Informasi Manajemen itu dapat membantu meningkatkan efisiensi proses dan mengurangi biaya operasional. Digitalisasi dokumen itu juga dapat membantu mengurangi biaya penyimpanan dan pengelolaan dokumen, yg kemudian bisa meningkatkan efisiensi. Penggunaan aplikasi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya operasional, seperti aplikasi pengelolaan keuangan dan aplikasi pengelolaan sumber daya manusia.
“Misalnya pemanfaatan e-government yang harus dimaksimalkan sehingga tidak efisiensi anggaran tetap efisien tanpa harus mengurangi tenaga kerja,” katanya.
“Ada tenaga teknis yang dipakai di instansi pemerintah, misalnya saja orang bagian komputer, ahli TI yang dibutuhkan tenaganya untuk membantu kinerja pemerintah, mereka ini harus dimaksimalkan kinerjanya,” tambahnya lagi.
Dengan demikian kata dia tidak dapat dipungkiri bahwa untuk menghindari dampak negatif dari efisiensi anggaran terhadap kinerja, diperlukan keseimbangan antara efisiensi dan efektivitas.
Organisasi harus memastikan bahwa pengurangan anggaran tidak mengorbankan aspek-aspek penting dalam operasional mereka. Oleh karena itu, pendekatan berbasis hasil (result-based budgeting) dapat menjadi solusi untuk mencapai keseimbangan ini.
“Pemerintah dan organisasi harus memiliki strategi yang komprehensif. Oleh karena itu, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain adalah melakukan analisis kebutuhan secara menyeluruh, mengoptimalkan sumber daya yang ada, serta menerapkan sistem evaluasi dan pengawasan yang ketat,” tuturnya.
Baca juga: Anggota DPR dukung B40 untuk efisienkan anggaran dan kurangi impor
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025