Jakarta (ANTARA) - Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Daniel Murdiyarso menekankan pentingnya pengkajian temuan fosil manusia purba, termasuk fosil Pithecanthropus erectus, di Indonesia.
Dalam acara diskusi bertajuk "Penemuan Pithecantropus erectus dubois dari Trinil: Menguak Misteri Evolusi Manusia" yang digelar di Jakarta, Senin, Daniel mengemukakan bahwa kejadian-kejadian yang dialami oleh manusia purba pada masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk menghadapi tantangan zaman pada masa sekarang.
Daniel mengatakan bahwa sebagai ilmuwan iklim dia melihat hubungan antara cara manusia purba menyesuaikan diri dengan perubahan besar pada masa lalu dan kemampuan manusia saat ini beradaptasi dengan perubahan iklim.
Pengetahuan berharga mengenai metode adaptasi bisa diperoleh dengan mempelajari bagaimana Pithecanthropus erectus menghadapi bencana alam pada masa lalu.
Baca juga: BPSMP Sangiran teliti temuan fosil panggul gajah purba di Madiun
Daniel mengatakan, AIPI mengajak masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam dialog dan diskusi mengenai kehidupan manusia purba.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami warisan seperti Pithecanthropus erectus yang diperkirakan hidup sekitar 1,8 juta tahun lalu, serta Homo erectus yang muncul sekitar 400.000 tahun kemudian," katanya.
Selain itu, AIPI berharap kajian-kajian mengenai peninggalan masa lalu bisa diakses oleh masyarakat luas.
"AIPI berharap agar melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Museum Nasional, warisan ini dapat dikaji secara ilmiah dan diterima lebih luas oleh masyarakat, termasuk para pengambil keputusan," kata Daniel.
Baca juga: Perubahan iklim dan lanskap berdampak pada migrasi manusia purba
Baca juga: Puluhan penemu fosil purba di Kudus mendapatkan kompensasi
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2025